Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

31 July 2011

Misteri kematian matahari menurut Al-Quran


Kali ini akan membahas Misteri Kematian Matahari dalam Al-Quran Silahkan di Resapi.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Dan Matahari berjalan ke tempat Peristirahatannya. Itu adalah keputusan dari Yang Mahakuasa, Yang Maha Mengetahui. (Surah Ya Sin, 38)

Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada saat yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati. Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan kebenarannya).

Kata Arab “limustaqarrin” dalam ayat ini merujuk pada tempat tertentu atau waktu. Kata “tajrii” diterjemahkan sebagai “berjalan,” juga bermakna seperti “untuk bergerak, untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir.”

Tampaknya dari arti kata bahwa Matahari akan terus dalam perjalanannya dalam ruang dan waktunya, tetapi pergerakan ini akan berlanjut sampai waktu tertentu yang telah ditetapkan. Ayat “Ketika matahari dipadatkan dalam kegelapan,” (QS. at-takwir, 1) yang muncul dalam deskripsi Hari Kiamat, memberitahu kita bahwa seperti waktu itu akan datang. Waktu tersebut hanya diketahui oleh Allah.

Kata Arab “taqdiiru,” diterjemahkan sebagai “keputusan” dalam ayat tersebut, termasuk makna seperti “untuk menunjuk, untuk menentukan nasib sesuatu, untuk mengukur.” Dengan ungkapan dalam ayat 38 dari Surah Ya Sin, kita diberitahu bahwa masa hidup Matahari terbatas pada jangka waktu tertentu, yang ditahbiskan oleh Allah.


اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra’d, 2)


يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. (Surah Fatir, 13)

Penggunaan kata “musamman” dalam ayat di atas menunjukkan bahwa masa hidup Matahari akan berjalan untuk “jangka waktu tertentu.” Analisis ilmiah tentang akhir Matahari menjelaskan sebagai mengkonsumsi 4 juta ton materi kedua, dan mengatakan bahwa Matahari akan mati ketika bahan bakar yang dimiliki semua telah dikonsumsi oleh matahari.

Panas dan cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan seketika. Inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir. Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir setelah bahan bakar ini telah digunakan. (Allah maha mengetahui kebenaran.) Laporan berjudul “The Death of the Sun” oleh Departemen Ilmu BBC News mengatakan:

… Matahari secara bertahap akan mati. Sebagai inti bintang ke dalam kehancuran, akhirnya akan menjadi cukup panas untuk memicu atom lain menyusunnya menjadi helium.
Sebuah dokumenter, juga berjudul "The Death of the Sun," disiarkan oleh National Geographic TV,

Memberikan penjelasan sebagai berikut:
Matahari menghasilkan panas dan menopang kehidupan di planet kita. Tapi seperti manusia, Matahari juga memiliki umur yang terbatas. Seiring dengan penuaan bintang tersebut, Matahari akan menjadi lebih panas dan menguapkan semua lautan kita dan membunuh semua kehidupan di planet Bumi ... Matahari terus menjadi lebih panas karena usia dan membakar bahan bakar lebih cepat. Suhu akan meningkat, akhirnya memusnahkan kehidupan hewan, penguapan laut dan membunuh semua kehidupan tanaman ... Matahari akan membengkak dan menjadi bintang raksasa merah, menelan planet-planet terdekat. Daya tarik gravitasinya akan mengurangi dan mungkin memungkinkan Bumi melarikan diri. Pada akhirnya, ia akan menyusut menjadi bintang kecil putih, memancarkan cahaya selama seminggu untuk ratusan miliar tahun.

Para ilmuwan baru-baru ini menguraikan struktur Matahari dan menemukan apa yang terjadi di dalamnya. Sebelum itu, tak ada yang tahu bagaimana memperoleh energi matahari atau bagaimana Matahari menghasilkan panas dan cahaya.

وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلاَ تَتَذَكَّرُونَ
Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (QS. Al-An’aam, 80).

Eramuslim

Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2011/05/misteri-kematian-matahari-dalam-al.html#ixzz1TgeM93bz
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh

17 August 2010

Dirgahayu Indonesia


Keluarga Muda Mudi Banjarejo mengucapkan
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN INDONESIA KE-65
Tetap jaya, aman, sentosa...

01 July 2010

Kabar Duka


Innalillahi wa innailailahi roji’un

Telah berpulang kesisi-Nya dengan damai.

Bp. Harno Sumarto (Pakde Harno)

Dengan usia ± 70 tahun
Pada tanggal 1 Juli 2010 pukul 11.30 WIB
Karena penyakit yang sudah lama dideritanya.

Segenap warga Banjarejo turut berbelasungkawa, semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, hidayah, iman dan ketabahan menghadapi cobaan ini. Amin.

12 June 2010

Nonton bareng di Banjarejo

Demam Piala Dunia ikut merambah bumi tercinta Banjarejo. Memang udah tradisi dari dulu, wis wayahe klo ada turnamen bola di tv pasti warga Banjarejo rame2 nonton bareng. Ini ada beberapa jepretan Mas Cepin yg mau nampang, hehe...


wah jan, manteb tenan... sebagai tuan rumah penyelenggara nonton bareng pun bersemangat dengan menyajikan jamuan wedangan beserta cemilannya. Moga event ini menambah guyub rukune Banjarejo jadi tambah semangat ngregengake desa.

ini ada foto liyane juga hasl jepretan kang Cepin, monggo dipirsani....


diambil dari Facebook Elwin Cepink

20 April 2010

Banjarejo dilanda pagebluk


Beberapa minggu ini mungkin bukan hari-hari yang indah di Banjarejo. Tidak seperti biasanya yang dipenuhi canda tawa ramah penghuninya. Memang, bukan karena perubahan watak sikap warganya, tapi karena estafet warga yang masuk rumah sakit. Tak hayal dari narasumber kami, Lik Totok menyebutnya bahwa Banjarejo dilanda pagebluk. Beberapa nama warga Banjarejo yang ia sebutkan, dan menderita sakit antara lain anak istri Lik Totok, Rangga (putra Pak Yatmin Bengkayang), Heri dan Agus (putra Lik Samto), Om Edy Sumaento, Bu Giyarti, Bu Widji, Bu Nardho, Nisa (Putra Pak Giyanto Bengkayang), dan beberapa nama lagi. Tapi alhamdulillah, ketika info ini kami tulis kondisinya sudah berangsur-angsur normal.

Belajar dari apa yang dialami dan tidak mencoba mencari kambing hitam siapa dan mengapa hal ini bisa terjadi, mungkin salah satu preventif action adalah dengan menjaga kesehatan lingkungan. Seingat saya memang sudah lama warga tidak gotong royong resik-resik, model gotong royongnya cuma mbagun dan mbagun aja terus.

Nah, pastinya jangan tunda-tunda lagi untuk menjaga lingkungan, ya. Banyak cara kok, yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan. Kita bisa memulainya dari hal yang terkecil di lingkungan rumah.

Cara-cara itu antara lain :

1. Jangan membuang sampah sembarangan
Kelihatannya ini merupakan hal yang mudah dilakukan. Di mana saja kita berada, kita harus selalu ingat untuk membuang sampah pada tempatnya. Meskipun di rumah kita sudah membuang sampah pada tempatnya, sebaiknya pastikan juga sampah kita dibuang ke tempat pembuangan sampah bukan sungai. Kalau sudah bisa melakukan hal ini, pastinya kita bisa melangkah ke tahap selanjutnya.

2. Kerja Bakti
Kalau membersihkan lingkungan bersama-sama, pastinya lingkungan sekitar akan menjadi bersih, dan bebas dari wabah penyakit.Klo istilah anehnya mungkin deep clean, jadi bukan cuma rumah dan halaman tapi total keseluruhan kampung.

3. Menanam Pohon
Selain dapat membuat rindang lingkungan, pohon juga bisa menetralisir udara kotor, lho. Jadi udara di lingkungan kita bisa terasa segar.

Nah, dengan membersihkan dan menjaga lingkungan, pastinya kita mendapat manfaat yang sangat besar. Selain bisa mencegah banjir, lingkungan bersih juga bisa menghindari kita dari wabah penyakit. Ayo, warga Banjarejo jangan ragu-ragu untuk menjaga lingkungan!

31 March 2010

Hasil Kumpulan 15-an Banjarejo


Malam ini setelah hampir 1 bulan aku dirumah akhirnya masih dapat kesempatan ikut acara kumpulan 15an.
Walaupun seharian diguyur hujan untuk wilayah cawas dan sekitarnya hingga malam hari pas acara namun tidak kurang dari 30 warga menghadiri acara tersebut. Acara dimulai jam 20.05 WIB sedangkan pembasannya tentang formasi pengurus baru dan masalah semakin banyaknya orang yang naik motor dengan kecepatan tinggi alias ngebut dijalan seputaran kampung kami yang semakin menggelisahkan warga.
Sedangkan formasi pengurus baru sebagai berikut:

Ketua : Waryana, S.Pd.
Wakil : Totok Setiyawan
Sekertaris : Edy PurnomoS.Pd
Bendahara : Edy Sumaento, S.Pd
Sie. Bekakas: Bambang
Sie. Lumbung Paceklik : Parjito dan Gino Sumento
Loper : Warsito dan Mitro Sarjono

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua

ditulis : Elwin Cepink via Facebook

16 March 2010

Bantuan WC umum dari REKOMPAK & JRF


Selain bantuan pembangunan talud dan jalan oleh JRF, Dukuh Banjarejo tercinta kita nantinya juga akan mendapatkan bantuan wujud fasilitas umum berupa WC umum.

Aneh ya? karena bantuan ini gak bisa dinego wujud kongkritnya. Misalnya diganti uang saja atau wujud lain yang lebih manfaat bagi warga mungkin lebih tepat guna. Lha ini... kok malah WC umum.

Yah, lagi-lagi cuma bantuan sudah seharusnya kita mensyukurinya. Soal lokasi penempatannya kemungkinan akan diletakkan di rumahnya Pak Harto (RT 2). Tapi masih simpang siur juga ding, denger-denger salah satu anggota keluarga ada yang tidak setuju harus merelakan dan menghibahkan tanah 40 m2 untuk sebuah WC umum yang entah apa manfaatnya untuk warga Banjarejo.

Untuk lebih detailnya tentang program ini silahkan kunjungi website resmi mereka di :
http://www.rekompak.org/

Banjarejo dan JRF


Hari Senin (16/03) saya mengikuti rapat Bapak-bapak warga Blok Banjarejo membahas pembangunan yang akan dilakukan segera. Dimulai ba'da Isya' bertempat di rumah Lik Sarno Bengkayang. Setelah beberapa saat ikut nimbrung, ternyata ini merupakan program dari JRF. Sebelum membahas lebih jauh ke project apa yang akan Banjarejo laksanakan, sebelumnya saya ingin sedikit mengupas apa sih JRF itu?

Dari website resminya (http://www.javareconstructionfund.org) saya mendapatkan informasi tentang JRF. Sedikit akan saya coba rangkum.

About JRF
The Java Recontruction Fund is a multidonor reconstruction fund pledged by the European Commission, The Netherland, The United Kingdom, Canada, Finland and Denmark. It is governed by a steering committe and co-chaired by the goverment of Indonesia, the European Commission, and the World Bank as trustee.


klo diartikan (mungkin) seperti ini :

Tentang JRF
JRF (Pendanaan rekontruksi jawa) adalah program rekontruksi dengan kerjasama pendanaan oleh komisi Eropa, Belanda, Inggris, Kanada, Finlandia dan Denmark. Program ini diawasai dan diatur oleh pemerintah Indonesia, Komisi Eropa, dan Bank Dunia.

Kalo dilihat (detailnya silahkan anda bisa lihat diwebnya juga) program ini sangat baik dan positif untuk rekontruksi pasca gempa.
Di Banjarejo sendiri, sudah banyak pembangunan yang memakai/didanai oleh JRF. Nah, untuk kali ini project yang akan dilakukan adalah dengan membangun jalan (betonisasi)kulon Bengkayang.

Bukannya tidak mau bersyukur atau apa lah disebutnya... saya mencium aroma tidak sehat dalam project ini. Dari interview dengan warga detailnya adalah sbb:

1. Keikut campuran pemerintah sampai level bawah (Desa) disinyalir menjadi lahan/peluang untuk menyimpangkan dana
2. Tidak ada transparasi dana before dan after
3. Hasil akhir project yang kurang bagus (diasumsikan dengan dana tersebut warga bisa "menghasilkan kualitas" lebih)
4. Tim pengawas independent diragukan warga
5. Banyak warga yang tidak semangat menanggapi project ini, karena pengalaman project-project sebelumnya yang mengecewakan (katanya)

Apakah memang aturannya seperti itu, atau memang program ini "sudah terinfeksi" dan ditumpang-tumpangi oknum untuk keuntungan pribadi ?? Entahlah.... mungkin hanya "mereka-mereka" yang tahu... hehehe...

Mungkin bukan kapasitas saya dan warga Banjarejo untuk mengutik ini, toh kita cuma diberi bantuan khan? Bersyukur dan ikut mensukseskan sudah jadi kewajiban kita bersama.
Semangat Bapak-bapak Banjarejo untuk gotong royong mbangun desa !!

04 February 2010

Maling Mengrogoti Banjarejo (lagi)


KMB Blog; Warga Banjarejo benar-benar dibuat gelisah dengan keadaan akhir-akhir ini. Yups, bukan khayal memang, entah karena zaman yang kembali ke era dulu atau memang tuntutan hidup yang semakin berat.
Sempat aman selama bertahun-tahun akhirnya tren pencurian kembali ke bumi pertiwi Banjarejo. Tak kurang sudah lebih dari 20 % warga Banjarejo kemalingan.
Langkah pro aktif dengan menggerakkan ronda malam tampakknya memang harus digalakkan kembali.


Setelah beberapa bulan yang lalu Om Waryono dan Budhe Parman, akhir minggu ini yang kebagian apes adalah Rumah saya,Pak Medi Widada yang kemalingan mesin cuci. Weh padahal guedhe dan berat ta? Emang dasar maling, mangane yo mesti akeh dadine yo awake roso banget.
Sepekan sebelumya Om Totok, Lik Samto dan Lik Ngadiran juga kehilangan beberapa ayam. Kabar terakhir yang kami dapat, katanya Budhe Parman juga kehilangan beberapa perhisan (lagi).
Yah, waspada merupakan sa;ah satu solusi untuk ini. Apa saja yang memicu untuk dimaling (jw:cemolong) sebaiknya kita hilangkan. Jadi peluang maling untuk mengambil sedikit bahkan tidak ada.
Semoga dengan beberapa kejadian ini warga bisa mengambil hikmahnya sehingga lebih berhati-hati dan waspada.

Pakdhe Warsito Bengkayang Mantu


KMB Blog; Banyak kabar yang membahagian di tanah air kita Banjarejo. Berita bahagia yang pertama datang dari Bapak Warsito Bengkayang. Beliau akan menikahkan putri bungsunya (Fitri) yang insyaallah akan dihelat pada hari Sabtu, 13 Februari 2010.

Yang kedua masih rumor (cuma dapet bocoran dikitt)... Kalau putrinya Pak Sutarjo Banjarejo juga akan menyusul beberapa hari setelahnya. Tanggale, tanggal berapa masih belum jelas infonya.

Selamat berbahagia buat calon pengantin, semoga jadi keluarga yang sakinah, penuh berkah barokah dan bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.



18 January 2010

Ngerangan, desa cikal bakal angkringan alias hik


Warga Yogyakarta biasa menyebutnya angkringan. Sementar warga Solo lebih akrab menyebutnya sebagai Hik. Apapun namanya, keduanya merupakan usaha untuk memperbaiki kesejahteraan hidup lapis bawah masyarakat.

Selain Solo dan Yogyakarta, di kota-kota lain, seperti Semarang, Surabaya dan Purwokerto, warung semacam ini bertebaran.
Namun, pernahkah terpikir, dari mana asal warung dengan gerobak bertenda yang biasa menyajikan menu khas nasi kucing dan wedang jahe ini? Ngerangen adalah jawabannya. Salah satu desa di Kecamatan Bayat, Klaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul ini adalah wilayah asal para pengelola warung angkringan.


Kering berbukit
Tekstur tanah Ngerangen, kering berbukit. Pertanian di desa itu mengandalkan air tadah hujan. Jika musim kemarau, tanah di desa ini kekeringan. Bahkan, para petani selalu mengalami gagal panen karena lahan pertaniannya kekurangan air.
“Tanah kami kering. Tanaman padi kami selalu puso. Untuk itu, kami memilih sebagai pedagang angkringan atau Hik di kota. Hasilnya, tidak ada cerita pedagang angkringan bangkrut. Mereka semuanya sukses dan banyak yang menjadi juragan. Sesuatu yang tidak akan kami dapatkan jika masih tetap bertani,” papar Samson, 72, salah seorang pengelola warung angkringan yang menggelar dagangan di halaman rumahnya, Dukuh Sidorejo Desa Ngerangan Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (16/1).
Sambil mengipasi cakar ayam yang dibakarnya di atas bara, Samson berkisah. Sejak membuka usaha sebagai pedagang angkringan pada tahun 1973, perekonomiannya terangkat. Dia tidak menyangka, dengan modal Rp 20.000 kala itu, kini dia bisa membangunkan empat rumah bagi anak-anaknya, satu unit toko kelontong serta memiliki jutaan rupiah tabungan di bank.
Kepala Desa Ngerangan, Sri Hardoko, mengatakan pedagang angkringan di Desa Ngerangan dipelopori oleh tiga orang warga bernama Wiryo, Kromo, dan Samto Miyo. Sekitar tahun 1950-an, ketiganya menjajakkan hidangan berkeliling keluar masuk kampung dengan cara dipanggul. Lampu teplok serta suara pedagang menawarkan dagangannya menjadi ciri yang paling khas. Kota Solo menjadi tujuan pertama mereka sebelum akhirnya memperluas daerah sasaran ke Yogyakarta pada tahun 1970-an.
“Kemandirian usaha warga Ngerangen cukup tinggi. Saat ini, hampir 80% warga Ngerangan berprofesi sebagai pedagang angkringan di kota-kota besar. Sebagian besar mereka adalah tamatan SLTA. Mereka memilih menetap di luar kota dengan berjualan angkringan.”
Seiring berjalannya waktu. Kini, pedagang angkringan di Kota Solo maupun Yogyakarta telah menjamur. Pedagangnya tidak hanya berasal dari Desa Ngerangan, tetapi juga warga “pribumi”. Mereka telah mempelajari kemandirian usaha warga Ngerangan tersebut. Sudah sepantasnya mereka berterima kasih kepada para pelopor warung jenis ini. - Oleh : Moh Khodiq Duhri

Disalin dari: SOLOPOS, Edisi : Senin, 18 Januari 2010 , Hal.VII

17 January 2010

Langganan banjir, warga Cawas waswas


Klaten (Espos)–Warga Dukuh Bengkalan Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Klaten mengaku waswas. Mereka khawatir tempat tinggalnya kebanjiran menyusul tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Hadi Saidi, 70, warga Dukuh Bengkalan Desa Karangasem, mengatakan hujan yang turun akhir-akhir ini membuat dirinya merasa waswas. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, area perkampungan mereka tergenang banjir akibat luapan dari Sungai Gamping.


Menurutnya, intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Gamping. Akibat jebolnya tanggul itu, air dari Sungai Gamping tersebut meluap ke area persawahan dan perkampungan penduduk.

“Kalau sudah jebol, biasanya kami mengungsi ke tempat saudara yang berada di luar daerah. Untuk itu, kami waswas dengan turunnya hujan akhir-akhir ini,” papar Hadi kala ditemui Espos di halaman rumahnya, Rabu (13/1).

Hal senada juga dikemukakan warga yang lain, Ngatinem, 68. Menurutnya, pada saat musim kemarau, lahan pertanian mengalami kekeringan.

Menurutnya, tanggul Sungai Gamping itu sudah terbiasa jebol meskipun sudah ditambal secara swadaya masyarakat berulang kali. Salah satu solusi, lanjut dia, adalah upaya normalisasi Sungai Gamping tersebut.

13 January 2010

Gotong Royong Blok


Warga sukses melakukan gotong royong renovasi jalan selama 3 hari. Anggaran dana 13 juta eh ternyata habis 25 juta. Wah, mantep tenan !!

info. Totok Setiawan


08 January 2010

Eri Kusuma : Sebuah masukan tentang artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!”


KMB Blog; berikut E-mail dari Eri (tanpa editing, langsung tak forward !!)
Catatan awal:
Melalui tulisan ini, saya tidak ingin membela kelompok tertentu, namun lebih karena alasan berikut:
1. saya ingin memberikan informasi yang mungkin belum diperoleh penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” ketika mempublikasikan artikel tersebut..
2. saya tidak menginginkan lebih banyak “informasi yang tidak sempurna” tersebar di internet pada masa yang akan datang (Asumsinya : setiap tulisan yang dimuat di internet mudah diketahui semua orang—tidak hanya oleh anggota blog penulis— sehingga perlu dipertimbangkan beberapa pertanyaan berikut, yaitu a) apakah tulisan tersebut sudah menggambarkan fakta yang sebenarnya atau hasil penggalian informasi dari berbagai sumber yang terkait dengan objek/hal yang diamati alias bukan hanya sesuatu yang diyakini oleh penulis sebagai fakta? b) apakah tulisan tersebut sudah menggunakan bahasa yang pantas untuk dibaca oleh khalayak umum?).


Artikel:

Warga Baru Bikin Sensasi!

Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Enam puluh empat tahun sudah Indonesia merdeka! Umur yang sudah tidak muda lagi untuk sebuah negara, untuk sebuah kemerdekaan yang telah tercapai dengan penuh perjuangan baik harta, benda, bahkan nyawa sekaligus. Untuk itulah kita sebagai tunas- tunas bangsa wajib mengenang jasa- jasa para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan hal- hal positif.
....................

(naskah asli saya potong)



Isi Tanggapan

1. Mengapa ada acara pentas seni?

Saya lebih suka menggunakan istilah “pentas seni” yang digunakan oleh Mbak Emma dengan istilah “hiburan pengisi acara” karena penampilan band akustik dan penampilan teater anak-anak memang bukan pentas seni tapi memiliki tujuan murni untuk mengisi acara. Latar belakang adanya “hiburan pengisi acara” ini berawal dari hasil omong-omongan tentang acara 17an di Banjarejo antara beberapa warga RT-03 Banjarejo (antara lain Om Dono, Om Hartono, Saya-Eri, Om Edi dan Parjo) beberapa hari sebelum malam 17an. Dari omong-omongan itu, diperoleh suatu pertanyaan yang cukup menggelitik pikiran kami. Begini pertanyaannya, “Wah apa gak sepi kalau acara 17an-nya cuma tirakatan biasa, padahal tahun sebelum-sebelumnya ada lebih banyak acara. Gimana kalau nampilin band saja? Kan ada pemuda-pemuda yang suka nongkrong dan keliatannya punya potensi buat main musik (Bondan dan kawan-kawan)? Atau nampilin acara apa gitu, nanti yang main biar anak-anak kecil gitu?” Dan selanjutnya, muncullah rencana untuk memasukkan penampilan band akustik dan drama anak-anak ke dalam acara itu. Dan ternyata, dengan tidak terlalu sulit dan proses yang panjang, rencana ini diterima oleh penyelenggara acara malam 17an (yang menurut keputusan rapat blok adalah RT-03). Sebagai tambahan, kalau dari penampil band akustik ada orang asing tidak dikenal (anak yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan KMB, baca: saya dan teman saya yang bermain biola), hal itu terjadi karena orang asing tersebut dipercaya oleh penyelenggara acara akan mampu menyuguhkan nuansa baru pada malam 17 Agustusan 2009 di Banjarejo dan orang-orang asing itu pun juga ingin mencari pengalaman baru untuk tampil bersama (dan di tengah-tengah) masyarakat pedesaan Banjarejo. Dengan kata lain, orang-orang asing itu tidak sedikit pun berniat untuk menggerogoti eksistensi cah Njarjo.

2. Mengapa ada panggung? Mengapa ada tulisan KMB di panggung?

Untuk urusan ada atau tidaknya panggung ini, saya tidak banyak tahu (karena jujur saja saya gak ikut bangun panggung). Tapi, pada H-1 sebelum malam 17an, seingat saya, Om Edi akan berusaha menyediakan panggung untuk malam 17an terutama untuk memfasilitasi acara pada malam itu. Kemungkinan, Om Edi mengajak sejumlah warga RT-03 di sekitar tempat penyelenggaraan malam 17an untuk membangun panggung untuk acara malam 17an dan kemudian sejumlah warga itu setuju dan selanjutnya dibangunlah sebuah panggung pada tanggal 16 Agustus pagi.

Untuk urusan adanya tulisan KMB di panggung, saya juga tidak tahu kenapa tulisan itu ada (Saya juga baru tahu kalau ada tulisan KMB di panggung 17an setelah memutar video rekaman acara tersebut baru-baru ini). Akan tetapi, karena penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” tampak mempermasalahkan tulisan KMB di panggung tersebut, saya berusaha mencari informasi. Untuk memperoleh informasi, saya ngobrol-ngobrol tentang hal ini dengan sejumlah warga RT-03. Dari warga RT-03, saya Cuma punya informasi mengenai siapa saja yang ikut membangun panggung. Sayangnya, saya belum punya kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan teman-teman yang membangun panggung (yang kemungkinan tahu motivasi pemasangan tulisan KMB). Meskipun demikian, setelah berdiskusi dengan sejumlah warga RT-03 tersebut, muncullah suatu kesimpulan, yaitu: “Siapapun yang memasang tulisan KMB di panggung, tidak mungkin bermaksud menghina/menyindir (bahasa Jawanya: ngenyek) KMB.” Hal ini didasari logika bahwa KMB tidak pernah berbuat salah atau berkonflik dengan “yang tampaknya menjadi tertuduh dalam artikel tersebut” atau warga RT-03 selaku penyelenggara acara malam 17an, lalu kenapa harus menghina/menyindir KMB? Terkait dengan belum jelasnya masalah ini (siapa yang memasang dan motivasi pemasangan tulisan), akan lebih nyaman bagi banyak pihak, apabila penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” tidak langsung mengkaitkan motivasi pemasangan tulisan KMB di panggung tersebut dengan hal negatif? Mungkin saja motivasi pemasangannya bermaksud positif? Dan, akan lebih bijak, apabila penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” tidak mengambil kesimpulan atau menuduh sembarangan kalau penulis belum tahu pasti siapa dan motivasi pemasangan tulisan itu. Sebaliknya, mari semua pihak bersama-sama berbesar hati untuk melihat permasalahan ini dengan “kepala dingin,” “pandangan luas” dan “mau saling mengerti.”

3. Mengapa tidak menginformasikan ke KMB tentang rencana adanya hiburan pengisi acara dan pembangunan panggung?

Untuk rencana adanya hiburan pengisi acara (band akustik dan drama anak-anak) yang tidak diinformasikan oleh pengusul/warga yang mempromotori adanya hiburan pengisi acara kepada KMB, hal ini terjadi karena beberapa alasan. Pertama, rencana tersebut bersifat insidental (baru muncul ketika mendekati hari H malam 17 Agustusan). Kedua, pada rapat blok, sudah ada keputusan dari blok bahwa penyelenggaraan acara malam 17an diserahkan pada RT-03. Perlu diketahui, rencana adanya hiburan pengisi acara tersebut sudah disepakati (di-ACC) oleh penyelenggara acara (RT-03). Oleh karena itu, pengusul dan warga yang mempromotori adanya hiburan pengisi acara malam 17an (bahkan tidak hanya dari RT-03) beranggapan bahwa tidak perlu ada persetujuan yang lebih jauh lagi dari blok (ataupun KMB). Hal ini karena rencana adanya hiburan pengisi acara malam 17an sudah mendapat ijin dari penyelenggara acara malam 17an yang notabene sudah mendapat kewenangan dari blok untuk meng-handle acara 17an (Saya pikir kalau ditinjau dari sisi prosedural, hal ini sudah tepat). Ketiga, pengusul adanya hiburan pengisi dan warga yang mempromotori persiapan hiburan pengisi acara malam 17an berpikir bahwa tujuan hiburan pengisi acara itu baik, yaitu untuk memeriahkan acara dan menjadi ajang bagi sejumlah anak-anak Njarjo untuk tampil di depan umum. Oleh karena itu, pengusul dan warga yang mempromotori adanya hiburan pengisi acara malam 17an merasa yakin bahwa hiburan pengisi acara ini akan diterima oleh seluruh masyarakat Banjarejo (termasuk KMB) sehingga tidak memerlukan ijin lagi dari masyarakat Banjarejo (termasuk KMB).

Untuk pembangunan panggung, berdasarkan informasi dari sejumlah warga (tidak hanya warga RT 03), sejumlah warga tersebut sudah mengajak dan menelepon sejumlah cah Njarjo yang “nyekel” KMB untuk ikut membangun panggung (yang memang sifatnya insidental itu). Akan tetapi, ternyata pada saat pembangunan panggung, tidak banyak anggota KMB yang datang. Jadi, sebenarnya, sudah ada usaha untuk memberikan informasi mengenai rencana pembangunan panggung kepada KMB.


Catatan Akhir:

1. Renungan bersama:

Menulis adalah hak semua orang. Meskipun demikian, akan lebih baik jika menulis dengan memperhatikan hak-hak orang lain! Apalagi, jika seorang penulis sedang menulis di media publikasi umum dan bukan menulis pada sebuah diary pribadi.

“Bagaikan laut, banyak benda dan makhluk di dalam laut yang tidak bisa kita lihat hanya dengan memandang permukaan laut dengan mata kita.” Begiu pula, fenomena atau fakta itu tidak seperti yang terlihat pada pandangan pertama, seringkali ada berbagai hal yang tidak tampak pada pandangan pertama.

2. Saya berharap penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” mau menanggapi tulisan saya ini secara terbuka dan positif. Kalaupun ada tanggapan atau kritik dari tulisan saya ini, saya sangat berterima kasih karena pasti akan menjadi sumber pelajaran bagi saya.

3. Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai akhir.


Eri Kusuma (Yogyakarta, 3 Januari 2010)

03 January 2010

Proyek : Jalan Lingkar RT.02 Banjarejo


KMB Blog; Berdasarkan keputusan kumpulan Blok 15-an, salah satu hasil yang sangat menarik adalah akan dibuat jalan melingkar RT.02.
Bingung yang mana? Itu lho, nantinya sebelah utara Masjid Al Muttaqien Banjarejo akan dibuat jalan ke utara nurut embong sehingga gandeng dengan Dukuh Barepan Kulon.
Program yang akan memakan dana besar ini akan dimulai dengan swadaya warga.
Yups, maksudnya warga akan berswadaya untuk merealisasikan proyek besar ini.
Menurut hasil rapat kemarin proses swadaya pendanaan akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Setelah dana cukup terkumpul tentunya proyek ini akan segera direalisasikan.
Detail besar iuran warga ditetapkan sebagai berikut :


- Pegawai Negeri : Rp. 100.000,-
- Pensiunan : Rp. 75.000,-
- Kuli kenceng : Rp. 100.000,-
- Kuli setengah : Rp. 50.000,-
- Kuli templek : Rp. 25.000,-

Sipp, dan mantappp tho?! yah, semoga dengan dibangunnya jalan baru akan mempermudah akses warga Banjarejo dan sekitarnya.

Hasil Kumpulan 15-an Blok Banjarejo


KMB Blog; Kebetulan saya pas mudik lagi (hehehehe...) jadi bisa meliput langsung kumpulan 15-an diadakan pada malam minggu kemarin (2/01/10)di rumahnya Bapak Nardo RT.03 Banjarejo.
Malam itu hujan memang turun, tapi tak begitu deras. Antusiasme warga untuk mengikuti kumpulan bulanan ini pun tak surut, hal ini terbukti dengan jumlah warga yang datang poll banyake.
Start jam 8 sampai hampir jam 11 malem ini menghasilkan beberapa keputusan penting. Antara lain :


1. Terjadi pergantian pengurus pembangunan. Ketua Pembangunan yaang dulu dijabat oleh Pak Parto sekarang dijabat oleh Pak Waryana.
2. Meneruskan dan melanjutkan program JRF (pembangunan) untuk Banjarejo
3. Melakukan pengecoran jalan RT.02 (dari klaten bersinar ke utara) start besok tanggal 10 Januari 2010
4. Membuat proyek jalan lingkar RT.02

Wah, pokokmen jos gandos ki Bapak-bapak Blok Banjarejo. Walaupun lagi pada sibuk ngurusi sawah tapi tetep konsen memoles wajah kampung tercinta.

Salut dech, jempol dua buat Banjarejo....

28 December 2009

Kali Dengkeng meluap


Pas saya mudik liburan Natal, 2 hari Cawas diguyur hujan. Ternyata hujan yang cuma 2 hari ini sudah cukup membuat kali Dengkeng meluap. Wah apa gak memprihatinkan tuh kalau hujan terus mengguyur...
Bisa-bisa daerah di sekitar sungai kebanjiran... wah kenapa ya?



27 December 2009

Banjarejo terus membangun


Program pembangunan tuk Banjarejo akhirnya datang lagi. Memang, Banjarejo merupakan salah satu Dukuh yg menurut kacamata saya memiliki frekuensi membangun yang cukup tinggi dibanding dengan Dukuh-dukuh sekitar di Desa Kedungampel.
Setelah sukses melakukan renovasi selokan d RT.02 (lokasi barat masjid) melalui program PNPM Mandiri, maka pada penghujung tahun 2009 ini warga blok Banjarejo akan melakukan renovasi jalan.

Renovasi jalan ini akan dilakukan 3 tahapan.


Pertama, yang akan direnovasi adalah jalan kulone Pak Margono (RT.03), nantinya semua jalan di Banjarejo mulus lusss dech, gag ada yang becek-becek lagi.

Kedua, akan melakukan renovasi jalan di POSKAMLING/Tugu Klaten Bersinar RT.02 sampai pojok perbatasan dengan Desa Barepan.
Rencananya renovasi yang akan dilakukan adalah dengan melakukan betonisasi jalan. Jadinya yang semula jalan tengah itu berwujud aspal akan disulap jadi jalan beton.

Tahap tiga, nantinya akan melakukan pengecoran jalan lingkar barat Bengkayang (Banjarejo RT.01). Jalan baru ini masih berwujud jalan tanah, nantinya akan dipermulus dengan beton.

Wokey, wokey Bapak-bapak Banjarejo... ayo semangat !!!

18 December 2009

Kirab kebo bule di Solo


Ribuan orang di Solo dan sekitarnya rela berdesak-desakan untuk menyaksikan kawanan kerbau bule atau albino milik Kraton Kasunanan Surakarta yang diarak dalam kirab pusaka malam pergantian tahun baru hijriah.

Tidak semua kerbau bule milik Kraton dikeluarkan dalam kirab, Jumat (18/12/2009) dinihari. Hanya enam kerbau yang dikirabkan, padahal semuanya ada belasan ekor yang biasanya dikandangkan di alun-alun selatan kraton.


Seperti tradisi kirab malam satu suro setiap tahunnya, kerbau-kerbau tersebut selalu menjadi ujung rombongan pembawa pusaka yang dikirabkan oleh kraton. Tahun ini ada 13 pusaka Kraton Surakarta berbagai jenis yang dikirabkan oleh pihak kraton di bawah perintah Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi.

Sejak sore hari, ribuan orang telah memadati pinggiran jalan yang akan dilewati kirab pusaka. Ada yang hanya sekedar ingin melihat dari dekat, namun tidak sedikit pula yang bermaksud ngalap berkah dari pusaka-pusaka tersebut.

Rute yang dilewati sekitar 7 km berputar searah jarum jam mengelilingi garis luar kraton. Sekeluar dari kompleks kraton rombongan kirab menuju alun-alun utara, Jalan Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, alun-alun utara, kembali masuk kraton menjelang pagi hari.

Keramaian malam satu suro di Solo tidak hanya terpusat di Kraton Kasunanan saja. Pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB tadi, Istana Mangkunegaran juga menggelar kirab pusaka mengelilingi tembok istana. Ritual tersebut juga menyedot perhatian ribuan orang untuk menyaksikan.

Jika PB XIII Hangabehi menggelar kirab pusaka dan kerbau di dalam kraton, PB XIII Tedjowulan menggelar acara malam satu suro di Sasono Purnomo di Kampung Badran, Solo. PB XIII Tedjowulan menggelar acara bersama sekitar 200 abdi dan kerabatnya. Acara yang diadakan berupa pisowanan dan doa bersama.

11 December 2009

Kirab Pusaka 1 Suro DAL 1943 Windu Kuntara


Perayaan tahun baru menurut kalender jawa.Malam satu Suro jatuh mulai terbenam matahari pada hari terakhir bulan terakhir kalender jawa (30/29 Besar) sampai terbitnya matahari pada hari pertama bulan pertama tahun berikutnya (1 Suro)

Di Mangkunegaran acara dimulai pada sekitar pukul 19.00(07.00 malam) tanggal 17. Saat itu dilakukan jamasan (pencucian) benda pusaka kemudian dikirabkan keliling pura Mangkunegaran.


Di Keraton Surakarta, ritual 1 Suro juga dilakukan kirab benda-benda pusaka mengelilingi Benteng Keraton pada dini hari tanggal 18. Yang menarik adalah ikut sertanya beberapa kerbau bule (kerbau albino) sebagai cucuk lampah.

17 - 18 Desember 2009
Venue : Pura Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta.

"hemmm, aneh-aneh wae..."