Showing posts with label wacana. Show all posts
Showing posts with label wacana. Show all posts

31 July 2011

Misteri kematian matahari menurut Al-Quran


Kali ini akan membahas Misteri Kematian Matahari dalam Al-Quran Silahkan di Resapi.

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Dan Matahari berjalan ke tempat Peristirahatannya. Itu adalah keputusan dari Yang Mahakuasa, Yang Maha Mengetahui. (Surah Ya Sin, 38)

Matahari telah memancarkan panas selama sekitar 5 miliar tahun sebagai akibat dari reaksi kimia konstan berlangsung pada permukaannya. Pada saat yang ditentukan oleh Allah di masa depan, reaksi ini pada akhirnya akan berakhir, dan Matahari akan kehilangan semua energi dan akhirnya Mati. Dalam konteks itu, ayat di atas dapat dijadikan acuan bahwa pada suatu hari energi matahari akan segera berakhir. (Allah maha tahu akan kebenarannya).

Kata Arab “limustaqarrin” dalam ayat ini merujuk pada tempat tertentu atau waktu. Kata “tajrii” diterjemahkan sebagai “berjalan,” juga bermakna seperti “untuk bergerak, untuk bertindak cepat, untuk bergerak, mengalir.”

Tampaknya dari arti kata bahwa Matahari akan terus dalam perjalanannya dalam ruang dan waktunya, tetapi pergerakan ini akan berlanjut sampai waktu tertentu yang telah ditetapkan. Ayat “Ketika matahari dipadatkan dalam kegelapan,” (QS. at-takwir, 1) yang muncul dalam deskripsi Hari Kiamat, memberitahu kita bahwa seperti waktu itu akan datang. Waktu tersebut hanya diketahui oleh Allah.

Kata Arab “taqdiiru,” diterjemahkan sebagai “keputusan” dalam ayat tersebut, termasuk makna seperti “untuk menunjuk, untuk menentukan nasib sesuatu, untuk mengukur.” Dengan ungkapan dalam ayat 38 dari Surah Ya Sin, kita diberitahu bahwa masa hidup Matahari terbatas pada jangka waktu tertentu, yang ditahbiskan oleh Allah.


اللّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الأَمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاء رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra’d, 2)


يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. (Surah Fatir, 13)

Penggunaan kata “musamman” dalam ayat di atas menunjukkan bahwa masa hidup Matahari akan berjalan untuk “jangka waktu tertentu.” Analisis ilmiah tentang akhir Matahari menjelaskan sebagai mengkonsumsi 4 juta ton materi kedua, dan mengatakan bahwa Matahari akan mati ketika bahan bakar yang dimiliki semua telah dikonsumsi oleh matahari.

Panas dan cahaya yang dipancarkan dari matahari adalah energi yang dilepaskan seketika. Inti hidrogen berubah menjadi helium dalam proses fusi nuklir. Energi Matahari, dan karena itu hidupnya, sehingga akan berakhir setelah bahan bakar ini telah digunakan. (Allah maha mengetahui kebenaran.) Laporan berjudul “The Death of the Sun” oleh Departemen Ilmu BBC News mengatakan:

… Matahari secara bertahap akan mati. Sebagai inti bintang ke dalam kehancuran, akhirnya akan menjadi cukup panas untuk memicu atom lain menyusunnya menjadi helium.
Sebuah dokumenter, juga berjudul "The Death of the Sun," disiarkan oleh National Geographic TV,

Memberikan penjelasan sebagai berikut:
Matahari menghasilkan panas dan menopang kehidupan di planet kita. Tapi seperti manusia, Matahari juga memiliki umur yang terbatas. Seiring dengan penuaan bintang tersebut, Matahari akan menjadi lebih panas dan menguapkan semua lautan kita dan membunuh semua kehidupan di planet Bumi ... Matahari terus menjadi lebih panas karena usia dan membakar bahan bakar lebih cepat. Suhu akan meningkat, akhirnya memusnahkan kehidupan hewan, penguapan laut dan membunuh semua kehidupan tanaman ... Matahari akan membengkak dan menjadi bintang raksasa merah, menelan planet-planet terdekat. Daya tarik gravitasinya akan mengurangi dan mungkin memungkinkan Bumi melarikan diri. Pada akhirnya, ia akan menyusut menjadi bintang kecil putih, memancarkan cahaya selama seminggu untuk ratusan miliar tahun.

Para ilmuwan baru-baru ini menguraikan struktur Matahari dan menemukan apa yang terjadi di dalamnya. Sebelum itu, tak ada yang tahu bagaimana memperoleh energi matahari atau bagaimana Matahari menghasilkan panas dan cahaya.

وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا أَفَلاَ تَتَذَكَّرُونَ
Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?” (QS. Al-An’aam, 80).

Eramuslim

Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2011/05/misteri-kematian-matahari-dalam-al.html#ixzz1TgeM93bz
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh

Asal mula pengemis


Akhir-akhir ini di banyak kota, baik kota kecil, besar bahkan kota metropolitan pun tak lepas dari semakin suburnya peminta-minta alias pengemis. Mungkin karena kemiskinan dan minimnya lapangan pekerjaan yang membuat mereka terpaksa berprofesi demikian atau memang sebagian dari mereka sudah diwariskan secara turun temurun. Ironis memang kalau Koes Plus bilang dalam lagunya Indonesia tanah air kita diibaratkan kolam susu (sangkin suburnya).

Tapi sayang oleh penguasa sendiri pun juga masih mewarisi sifat-sifat yang diturunkan dari sebagian nenek moyang dahulu yang punya hobby sebagai pengemis sehingga hutang negara kitapun semakin menggunung alhasil anak-cucu yang menanggungnya.

Betulkah sebagian orang-orang Indonesia ada yang mempunyai hobby sebagai pengemis..?? , ternyata teka-teki ini ada benarnya kalau dirunut dari sejarahnya dulu, ceritanya begini :

Pada saat itu penguasa Kerajaan Surakarta Hadiningrat di pimpin oleh seorang Raja bernama Paku Buwono X, dimana para penguasa pada masa itu memang sangat dermawan serta gemar membagi-bagikan sedekah untuk kaum papa yang tak berpunya terutama menjelang hari Jum'at khususnya pada hari Kamis sore.

Pada hari Kamis tersebut Raja Paku Buwono keluar dari Istananya untuk melihat-lihat keadaan rakyatnya, dari istana menuju Masjid Agung, perjalanan dari gerbang Istana menuju Masjid Agung tersebut ditempuh dengan berjalan kaki yang tentunya melewati alun-alun lor (alun-alun utara), sambil berjalan kaki tentunya diiringi para pengawal sang raja, rupanya di sepanjang jalan sudah dielu-elukan oleh rakyatnya sambil berjejer rapi di kanan-kiri jalan dan sembari menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan kepada sang pemimpinnya.

Pada saat itulah sang raja tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersedekah dan langsung diberikan kepada rakyatnya berupa uang tanpa ada satupun yang terlewatkan dengan kebiasaan berbagi-bagi berkah tersebut mungkin juga warisan para penguasa sebelumnya (sebelum Paku Buwono X), ternyata kebiasaan tersebut berlangsung setiap hari Kamis (dalam bahasa jawanya Kemis), maka lahirlah sebutan orang yang mengharapkan berkah dihari Kemis dan diistilahkan dengan sebutan NGEMIS (kata ganti untuk sebutan pengguna/pengharap berkah dihari Kemis) dan pelaku-pelakunyapun biasa disebut Pengemis (Pengharap berkah pada hari Kemis).

Namun kata pengemis rupanya telah masuk salah satu kosa kata bahasa Indonesia yang tentunya kata dasarnya bukan emis tapi Kemis (Kamis), ternyata sebutan peminta-minta kalah populer dengan istilah pengemis padahal kata pengemis kalau diurai dan diambil dari kata dasarnya yakni kemis atau emis mungkin tidak dikenal dalam kosa kata bahasa indonesia kecuali kalau ada tambahan awalan pe sehingga muncul istilah "Pengemis". Lain halnya dengan kata peminta-minta kata dasarnya adalah minta yang artinya jelas bahkan bisa berdiri sendiri tanpa ada awalan pe.

Jadi kalau boleh disimpulkan asal muasal kata atau perkataan pengemis berasal dari Surakarta atau Solo.

(Di ringkas dari Buku Khasanah Bahasa dalam Kata Per-Kata - Prof. Gorris Keeraf)

Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2011/06/asal-mula-kata-pengemis.html#ixzz1TgdcSLJf
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh

04 August 2010

Menyambut Ramadhan


Tanpa terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan sejuta kesan bagi yang memanfaatkannya dengan seksama. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya. Pada setiap Ramadhan datang, kaum muslimin memuliakannya dengan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Al-Qur’an, qiyamul lail, dan lain sebagainya. Hal itu kita lakukan karena kita telah menyadari akan pentingnya Ramadhan buat hidup kita.

Rasulullah SAW. bersabda: "Wahai umat manusia. Bulan yang mulia (Ramadhan) telah mengunjungi kamu, bulan penuh keberkahan. Suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya suatu kewajiban (fardhu), sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikan-kebajikan dan pengabdian merupakan tathawwu’ (amal-amal sunat), yang amat bernilai." (H.R. Ibnu Khuzaimah)

Ramadhan yang berkunjung sekali dalam setahun, tak salah lagi, dia merupakan suatu kesempatan bagi kaum muslimin mengejar dan berlomba dalam kebajikan. Ramadhan sebagai wadah penempa jasmani dan rohani, untuk menjadikan hidup bermanfaat. Karena itu perbanyaklah amal pagi dan petang, siang dan malam.

Adapun usaha menyantuni, mempermudah kesukaran orang lain, memudahkan yang mudah (tidak mempersukar) dan memperingan yang berat (tidak tambah diperberat), mendamaikan orang-orang bertengkar, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertakbir, berdo’a, memohon kebajikan kepada Allah SWT., mengembalikan orang yang sesat ke jalan yang benar, menunaikan tugas dengan tepat, menunaikan amanah dan bertanggung jawab, menahan diri dari mencerca dan berkata-kata yang mubazir, menahan nafsu dari keserakahan, tamak, rakus, sombong, iri hati, emosi dan berbagai sifat atau nafsu angkara murka, semuanya itu termasuk amal kebajikan yang ikut menghiasi dan memperindah Ramadhan bagi diri setiap orang yang berpuasa.

Begitu istimewanya Ramadhan ini, makanya kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh api neraka."

Kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan tidaklah ditunjukkan dengan kegembiraan material (fisik), seperti: menyambut Ramadhan dengan makanan yang serba mewah dan lengkap, bakar petasan, bahkan ada yang menyambut bulan Ramadhan dengan pesta pora yang tidak ada manfaatnya. Na’uzubillah. Namun, kegembiraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah dengan melatih diri (sehat fisik) dan berupaya untuk membersihkan jiwa (mental spritual) agar bisa maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Tips Menyambut Ramadhan
Selain kesiapan fisik (kesehatan tubuh), persiapan mental spritual (keimanan) jauh lebih penting. Untuk itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan kita harus banyak memperbaiki hati (jiwa) kita agar senantiasa bersih. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syams (91): 9-10. "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwanya. Dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya."

Hakikat dari ibadah yang kita kerjakan dalam bulan Ramadhan nanti adalah dalam rangka kebersihan jiwa (tazkiyah an-nafs) untuk betul-betul menjadi orang yang bertaqwa (muttaqin). Jadi, merugilah kita yang telah melaksanakan ibadah tapi ternyata tidak mampu untuk membersihkan jiwanya, tidak betul-betul menghayati makna substansial dari ibadah yang ia kerjakan itu.

Mudah-mudahan kita bukan orang-orang yang hanya memaknakan ibadah kita secara lahiriyah tapi betul-betul memaknainya dengan secara sebenarnya. Pada akhirnya, setiap ibadah yang telah kita kerjakan akan menghantarkan diri kita menjadi orang yang punya kesucian baik lahir maupun bathin. Hal terpenting buat kita adalah senantiasa memelihara kesucian diri, jangan sampai mengotorinya dengan perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar. Ada beberapa hal yang bisa kita amalkan agar hati kita senantiasa bersih dan lembut dalam rangka siap mental spritual untuk menghadapi bulan Ramadhan.

Pertama, banyak mengingat Allah dalam hati dan lisan. Dengan dzikr hati bisa menjadi tentram, sehingga dapat dengan jernih melihat berbagai persoalan yang dihadapi. Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’du (13) : 28 berfirman : "yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram".

Kedua, membaca Al-Qur’an dan menelusuri kandungannya. Alquran memperkenalkan dirinya sebagai hudan li al-Nas (petunjuk bagi manusia). Inilah fungsi utama kehadirannya. Dalam rangka penjelasan tentang fungsi Al-Qur’an ini, Allah menegaskan: "kitab suci diturunkan untuk memberi putusan (jalan keluar) terbaik bagi problem-problem kehidupan manusia.

Ketiga, berbuat baik kepada anak-anak yatim dan faqir miskin. Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah SAW : "jika anda ingin melunakkan hati anda maka sentuhlah kepala (sayangilah) anak yatim dan berilah makan orang miskin". (HR. Ahmad)

Keempat, banyak mengingat mati. Ketahuilah bahwa hati orang yang tenggelam dalam urusan duniawi, mengejar kesia-siaannya, dan menghambakan cinta kepada kenikmatannya yang palsu, akan lalai dari mengingat maut. Sikap lalai yang dilakukan oleh orang banyak terhadap kematian adalah akibat kurangnya perenungan dan ingatan terhadapnya. Allah Ta’ala berfirman : "katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu". {Q.S. Al-Jumu’ah (62): 8}

Kelima, senantiasa instropeksi diri. Manusia yang baik adalah yang senantiasa mengevaluasi amal yang sudah dikerjakannya pada masa lalu dalam rangka kehati-hatian berbuat untuk peningkatan kualitas amalnya ke depan. Dalam Al-Qur’an Surat al-Hasyar (59): 18 dijelaskan: " Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri mengevaluasi setiap apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerakan".

Kesadaran kita akan kelalaian dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan yang lalu akan menghantarkan kita untuk lebih berhati-hati dan berbuat maksimal dalam beribadah pada bulan suci Ramadhan kali ini.

Penutup
Nabi Muhammad SAW. mengingatkan: "Berapa banyak orang yang melaksanakan ibadah puasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja." Hadits ini menunjukkan bahwa kesiapan mental spritual (ruhaniyah) harus sejak hari ini dilakukan, sehingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan nanti betul-betul mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT.

Marilah kita ucapkan: "Marhaban Ya Ramadhan" (Selamat datang bulan Ramdhan)-sembari bersiap diri baik secara fisik dan juga mental spritual. Mudah-mudahan kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT. untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba. Amin.

Wallahu a’lamu.

Oleh Sugeng Wanto, MA (Dosen FS. IAIN-SU Medan Dan STAIS T.Tinggi Deli)

Sumber: www.waspada.co.id

Tips membeli helm SNI


Ada banyak helm yang dijual di pasar, mulai dari buatan lokal hingga impor dari negara-negara maju. Nah, aturan helm SNI oleh pemerintah sudah diberlakukan. Agar pemilik motor tidak salah beli, berikut tips mudah dari Staf Ahli Asosisi Industri Helm Indonesia, Thomas Lim.

Pertama, yang perlu diperhatikan saat membeli helm adalah bentuk fisik dari produk yang sesuai dengan ketentuan, yakni full face dan half face. Selain kedua bentuk ini, helm tersebut sudah dipastikan tak masuk golongan SNI wajib.

Kedua, periksalah kembali fisik helm yang akan dibeli, dimulai dari bentuk cangkang, busa dalam, hingga tali pengikat. Pastikan semuanya dalam kondisi baik dan tak ada yang rengat atau rusak.

Ketiga, jangan ragu-ragu curiga pada harga jual helm yang ditawarkan. Thomas mengatakan, untuk memproduksi satu unit helm dengan spesifikasi standar SNI wajib, helm akan dijual minimal sekitar harga Rp 65.000 per unit. "Jadi, kalau di bawah harga itu sangat sulit dimungkinkan (untuk dicurigai) karena bahan baku yang bisa memenuhi standar masih diimpor dan itu memang mahal," ucap Thomas.

Terakhir, jika Anda menggemari merek-merek helm impor, maka pastikan bahwa pembelian dilakukan setelah 1 April 2010 karena keterangan SNI harus tetap menyertai produk. Meski standar produk impor bisa lebih tinggi dari SNI, jika tak ada keterangan, maka produk itu masuk secara selundupan. Pasalnya, SNI wajib diberlakukan bukan hanya untuk melindungi pengguna, melainkan juga melindungi industri helm nasional dari serbuan produk impor.

Ingat, keluarga menunggu di rumah. SAFETY FIRST ya... :)

02 July 2010

Rasulan di Gunung Kidul


Apa yang terlintas di benak anda pada saat mendengar kata rasulan sebagaimana judul di atas? Barangkali kebanyaka orang langsung akan berpikir mengenai suatu kegiatan yang ada hubungannya dengan peringatan terhadap suatu momen hidup Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Misalkan saja dihubungkan dengan hari kelahiran nabi, sebagaimana peringatan mauludan. Saat diturunkannya wahyu Quran pertama kali sekaligus pengangkatan Muhammad sebagai nabi dan rasul yang diperingati sebagai Nuzulul Quran. Atau waktu dimana Kanjeng Nabi berhijrah ke Madinah Al Munawaroh yang dikenal sebagai tahun baru hijriyah. Ternyata tidak selamanya kata rasulan dihubungkan dengan momen-momen tersebut.

Untuk sebagian masyarakat Jawa, terutama penduduk di Gunung Kidul yang terbentang mulai dari Panggang di sebelah barat hingga Girisubo di ujung timur, ternyata kata rasulan mempunyai makna tersendiri dan tidak ada sama sekali hubungannya dengan Kanjeng Nabi. Lalu bagaimanakah kelompok masyarakat tersebut memaknai kata rasulan tersebut? Rasulan, atau merti deso atau bersih dusun merupakan suatu kegiatan dalam rangka peringatan berdirinya sebuah dusun, desa, atau kampung. Inti dari kegiatan tersebut merupakan pemanjatan rasa puji dan syukur atas segala nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada semua warga dusun.

Ladang dan persawahan yang membentang, hewan ternak peliharaan yang sehat dan gemuk-gemuk, anak istri dan segenap anggota keluarga yang diberi kesehatan dan kecukupan sandang pangan serta papan, semua kenikmatan itu mereka sadari sepenuhnya merupakan pemberian Kang Akarya Jagad. Meskipun jika kita bicara jujur mengenai kehidupan mereka yang menurut teori ekonomi modern, dikatakan di bawah garis kemiskinan, namun etos semangat yang tertanam dalam di lubuk sanubarinya adalah sikap untuk selalu narimo ing pandum terhadap semua pemberian Gusti Alloh.

Kehidupan mereka memang serba marjinal. Bagaimana kita bisa membayangkan kehidupan di tengah area perbukitan kapur tandus dengan cadangan air yang sangat minim. Hewan ternak yang terpaksa memakan hewan ternak yang lain karena keterpaksaan -kanibalisme- untuk membeli pakan dan air minum. Tanah garapan yang hanya bisa ditanami singkong, jagung dan gude, dan jika sedikit beruntung bisa menanam padi gogo di musim hujan. Sebarapakah hasil panenan mereka? Seberapa mahal harga satu kuintal gaplek? Kita tentu miris membayangkannya. Namun demikian mereka tetap memanjatkan puji syukur kepada Tuhan.

Dari sisi sejarah, dikabarkan bahwa para pelarian kerajaan Majapahit di saat senjakalaning negari banyak yang lari menyepi di daerah pinggiran nan terpencil karena keterpaksaan politik, ideologi dan tentunya budaya. Daerah yang menjadi kantong penampung pelarian tersebut diantaranya Pulau Bali, kawasan Tengger, dan seputar Pegunungan Seribu(Gunung Kidul). Bahkan konon abdi kinasih Brawijaya V, yaitu Sabdopalon dan Noyogenggong, serta beberapa putri kedhaton mengungsi ke Pegunungan Seribu tersebut. Oleh karena itu sentuhan budaya dan tradisi hinduisme di kalangan masyarakat Gunung Kidul, bahkan sampai saat ini masih kental terasa. Dan memang beberapa warga diantaranya memang memeluk Hindu sebagai agamanya. Di samping itu jangan heran dengan rumor bahwa meskipun terkenal tandus dan kurang air, namun perempuan Gunung Kidul terkenal memiliki kulit tubuh yang lembut kuning langsat.

Kembali kepada tradisi rasulan, banyak kegiatan yang dilakukan oleh warga dusun dalam rangka kegiatan rasulan. Acara biasanya berlangsung beberapa hari dengan diawali kegiatan bersih-bersih fisik dusun, mulai dandan dalan, pembuatan pagar pekarangan, pengecatan pagar dan gedhek, termasuk besrik makam dan reresik tempat danyang dusun. Perlu diketahui bahwa yang dimaksud danyang adalah penguasa atau yang mbahurekso kawasan dusun secara mistik spiritualis. Dan memang dalam filosofi masyarakat setempat aroma dinamisme dan animisme masih sangat kental terasa.
RinginDanyang bisa berasal dari makhluk halus penunggu dusun maupun roh para nenek moyang. Setiap dusun biasanya mempunyai suatu tempat khusus yang dikhususkan untuk tempat persemayaman roh sang danyang. Biasanya tempat tersebut berupa pohon resan atau watu dukun. Pohon resan bisa jadi merupakan pohon ringin kurung, ipik, randu alas dan lain sebagainya. Sedangkan watu dukun merupakan batu besar selayaknya jaman megalitikum yang diselimuti dengan kain sarung poleng, atau motif papan catur seperti di Bali. Nah di tempat danyang dusun inilah biasanya ditempatkan berbagai sesajen untuk memohon keslametan, dan dalam alam adat merekapun jika ada warga yang sakit seringkali dimintakan obat kesembuhan kepada danyang dusun melalui perantara pak kaum.

Prosesi ritual rasulan diawali gendurenan komplit, sego gurih, sayur ingkung dan uba rampe lainnya. Dalam proses pemanjatan doa, pak kaum mengikrarkan segala rasa syukur warga atas segala kemurahan limpahan nikmat. Biasa juga disampaikan bahwa pak kaum sudah sowan kepada danyang dusun untuk memohon perlindungan dalam kegiatan bercocok tanam, bermasyarakat dan mencari nafkah hidup. Tak lupa disampaikan pula bahwa doa untuk kemenangan tim sepak bola atau bola volley dusun yang di keesokan harinya akan bertanding melawan musuh yang dibon(didatangkan) dari daerah lain dapat menang dalam bertanding.

Kegiatan di siang hari diisi dengan kegiatan lomba olah raga, barangkali ini terjadi setelah era modern saja. Sedangkan malam hari diisi dengan acara seni atau budaya. Untuk seni budaya ini tergantung dari masing-masing keinginan atau adat suatu dusun. Ada yang nanggap kethoprak, wayang kulit, campur sari, bahkan tayuban. Berapa hari dan berapa jenis kegiatan atau pertunjukan budaya yang dilakukan sangat tergantung dengan kepercayaan adat dan tentunya dana yang dimiliki. Ada yang diselenggarakn tiga hari, empat hari bahkan lima hari. Ada yang cukup nanggap wayang kulit tok, ada yang ditambah kethoprak, sekaligus campur sari dan tayuban. Namun intinya bahwa kegiatan rasulan harus dilaksanakan setiap tahun, jika tidak masyarakat percaya bahwa dusun mereka akan dilanda bendhu atau adzab dari Sing Gawe Urip.

16 April 2010

Prinsip-prinsip hidup orang Jawa, cocok untuk ditiru


Heran juga melihat banyaknya orang Jawa yang tersebar luas di segala penjuru dunia. Mereka seperti diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar. Memang, watak karakter orang Jawa-lah yang menjadikan semua itu tidak musahil terjadi. 14 Prinsip Hidup Jawa yang bisa nggawe tentreme ati dan sumber inspirasi, mongo disimak.

1. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

2. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

3. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli (Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi)

4. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

5. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

6. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu-ragu akan binasa atau merugi).

7. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

8. Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

9. Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah (Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah).

10. Sing Prihatin Bakal Memimpin (Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin).

11. Sing Resik Uripe Bakal Mulya (Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya).

12. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat).

13. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (Keberanian, kekuatan dan kekuasaan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera).

14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

dari berbagai sumber.

05 April 2010

Selamatkan air, selamatkan hidup


Air adalah salah satu kebutuhan utama semua mahluk hidup di dunia. Namun ketersediaan air bersih ternyata semakin menyusut. Jumlah air bersih yang tersimpan di ceruk bumi (aquifer) darat, laut, dan atmosfir, yang sebenarnya terbatas, terus menerus berkurang jumlahnya. Di masa mendatang, air akan menjadi begitu berharga dan mungkin segera menjadi komoditas utama dunia dan berpotensi menjadi sumber konflik yang cukup serius. Bagi negara dunia yang berada di kawasan Timur Tengah dan Afrika, ketersediaan air bersih telah lama menjadi masalah. Namun kini negara lain dengan jumlah penduduk yang besar seperti China, India, dan Amerika Serikat juga mulai merasakan masalah yang serupa.

Badan Pertanian Dunia (FAO) telah memperingatkan bahwa setidaknya lima miliar jiwa akan hidup dalam daerah yang amat minim air bersih di tahun 2025. Lebih dari setengah penduduk dunia akan hidup dalam kekeringan, mengais ikan yang tersisa dan merambah wilayah pantai yang telah tercemar selama 50 tahun terakhir. Limbah yang tak terkendali dan kebijakan penanganan air yang buruk menjadi penyebab utama dari semua masalah ini, terutama yang terjadi di negara berkembang. Demikian laporan dari Badan Lingkungan PBB (UNEP, United Nations Environment Programme) yang bekerja sama dengan lebih dari 200 pakar sumber daya air dunia.

"Kini, lebih dari 10 juta orang di dunia kesulitan mengakses sumber air bersih. Hal ini menandakan krisis, " ujar Halifa Drammeh dari UNEP. Lembaga ini, yang sejak tahun 2003 mencanangkan program Tahun Internasional bagi Air Bersih (International Year of Freshwater) bagi penduduk dunia, melaporkan terjadinya penyusutan terumbu karang dan garis pantai dunia akibat perubahan cuaca. Beberapa negara berkembang juga akan mengalami krisis air, gagal panen dan konflik seputar masalah pengelolaan air sungai dan telaga bila tidak melakukan langkah penyelamatan terhadap salah-kelola irigasi dan tidak memperbaiki pola pengelolaan sumber air tawar mereka.

Berdasarkan data dari NASA dan WHO, dilaporkan temuan data akan terjadinya krisis air yang mempengaruhi sekitar 400 juta jiwa saat ini akan berdampak serius pada setidaknya 4 miliar jiwa di tahun 2050 nanti. Pengelolaan fasilitas sanitasi yang tak memadai akan berdampak buruk terjadap lebih dari 2,4 miliar prnduduk dunia, dan jumlah ini merupakan 40 persen dari jumlah umat manusia yang ada. Separuh kawasan pantai, tempat di mana lebih dari semiliar orang menggantungkan hidupnya, bakal menyusut akibat pengembangan yang berlebihan atau pencemaran lingkungan.

Bagi anak balita, penyakit yang disebabkan oleh air yang tercemar (muntaber, diare dan sebagainya) merupakan salah satu ancaman utama bagi mereka. WHO melaporkan bahwa setengah dari jumlah ranjang rumah sakit di negara berkembang dihuni penderita balita yang menderita serangan penyakit seperti ini.

Pulau Jawa kehausan
"Masalah utamanya sebenarnya bukanlah pada soal keterbatasan air semata, namun juga karena masalah kemiskinan," tutur pakar ekonomi yang juga ahli sumber daya air, Chuck Howe dari Universitas Colorado. Lebih jauh dia menjelaskan bila 90 persen dari semua persoalan ini terjadi di negara berkembang, karena itu pemicu semua masalah ini sesungguhnya bukanlah persoalan air semata, melainkan masalah kemiskinan.

Krisis air sendiri sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi kita, karena di tahun 70-an, hal ini pernah mencuat sebagai isu utama dunia. Secara historis, masalah krisis air memang kurang bergema dibanding isu-isu lainnya yang dianggap lebih memikat seperti masalah ekonomi atau hak asasi. Namun pertumbuhan pesat penduduk dunia di era ini membuat masalah krisis air kembali menjadi perhatian utama dunia.

Beberapa masalah utama yang menandai terjadinya krisis air antara lain adalah tak tersedianya sumber air minum yang cukup saat ini bagi sekitar 1,1 miliar penduduk dunia. Kedua, pengambilan air tanah yang berlebihan ikut berperan bagi penyusutan lahan pertanian. Ketiga, polusi dan penggunaan mata air yang berlebihan mencederai keanekaragaman hayati yang ada. Keempat, mulai muncul berbagai konflik regional yang diakibatkan oleh berbagai kebijakan dan politisasi yang bersumber pada masalah penguasaan sumber air bersih.

Bagi kawasan lokal, seperti Pulau Jawa misalnya, krisis air yang membayang menjadi ancaman yang mencemaskan. Kekeringan mulai meresahkan para petani diberbagai sentra produksi padi. Lebih dari 800.000 hektar sawah di Pantura Jawa sudah puso dan ribuan hektar lainnya terancam gagal panen akibat kekurangan air. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika bahkan memperkirakan pada bulan Agustus, semua wilayah Indonesia akan mengalami kemarau panjang. Akibat kerusakan ekosistem hutan di berbagai wilayah ini, Pulau Jawa bisa mengalami defisit air empat kali setiap tahunnya. Menteri Negara Lingkungan Hidup bahkan telah menyatakan, di tahun 2005 Pulau Jawa telah mengalami defisit air 13 miliar meter kubik. Jumlah ini dipastikan terus bertambah setiap tahunnya.

Penyusutan air dan kekeringan yang berulang setiap tahunnya, tak saja karena fenomena alam, namun juga terjadi karena kerusakan lingkungan yang parah. Dibandingkan luas wilayah yang ada, hutan di Pulau Jawa hanya secuil 3.289.131 hektar. Dari jumlah ini, sekitar 1.714 juta hektar hutan . baik berupa hutan lindung atau hutan konservasi -berada dalam kondisi kritis. Kondisinya diperburuk dengan terseraknya lahan kritis di luar kawasan hutan, yang tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Sumber di Balai Pemantapan Kawasan Hutan Jawa-Madura menyebutkan bahwa jumlah kawasan hutan yang harus dihijaukan mencapai 10.731 juta hektar, atau 84, 16 persen dari luas seluruh daratan Pulau Jawa. Dengan begitu, bisalah kita bayangkan bila di masa depan, Pulau Jawa akan semakin "kehausan". Dengan jumlah hutan yang minim, hanya sekitar 20 persen air hujan yang bisa diserap tanah. Sisanya mengalir percuma ke laut.

Padahal, menurut data di Kementrian Lingkungan Hidup, pada tahun 2003 saja, kebutuhan air di pulau terpadat se Indonesia ini sudah mencapai 38 milyar meter kubik. Bila air yang tersedia hanya sekitar 25,3 miliar meter kubik, terjadi defisit air bersih dalam jumlah yang cukup banyak, dalam satu periode saja.

24 March 2010

Memahami Filosofi Leluhur Jawa (bikin hidup lebih hidup)


Leluhur masyarakat Jawa memiliki beraneka filosofi yang jika dicermati memiliki makna yang begitu dalam. Tetapi, anehnya filosofi yang diberikan oleh para leluhur itu saat ini dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Dibawah ini ada beberapa contoh filosofi dari para leluhur/nenek moyang masyarakat Jawa.

"Dadio banyu, ojo dadi watu" (Jadilah air, jangan jadi batu).

Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.

Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan GUSTI ALLAH pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.

Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?

Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.

Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.

"Sopo Sing Temen Bakal Tinemu"

Filosofi lainnya adalah kata-kata "Sopo sing temen, bakal tinemu" (Siapa yang sungguh-sungguh mencari, bakal menemukan yang dicari). Tampaknya filosofi tersebut sangat jelas. Kalau Anda berniat untuk mencari ilmu nyata ataupun ilmu sejati, maka carilah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan menemukannya.

Namun jika Anda berusaha hanya setengah-setengah, maka jangan kecewa jika nanti Anda tidak akan mendapatkan yang anda cari. Filosofi di atas tentu saja masih berlaku hingga saat ini.

"Sopo sing kelangan bakal diparingi, sopo sing nyolong bakal kelangan"
(Siapa yang kehilangan bakal diberi, siapa yang mencuri bakal kehilangan).

Filosofi itupun juga memiliki kesan yang sangat dalam pada kehidupan. Artinya, nenek moyang kita dulu sudah menekankan agar kita tidak nyolong (mencuri) karena siapapun yang mencuri ia bakal kehilangan sesuatu (bukannya malah untung).

Contohnya, ada orang yang dicopet. Ia akan kehilangan uang yang dimilikinya di dalam dompetnya. Tetapi GUSTI ALLAH akan menggantinya dengan memberikan gantinya pada orang yang kehilangan tersebut. Tetapi bagi orang yang mencopet dompet tersebut, sebenarnya ia untung karena mendapat dompet itu. Namun,ia bakal dibuat kehilangan oleh GUSTI ALLAH, entah dalam bentuk apapun.

Dari filosofi tersebut, Nenek moyang kita sudah memberikan nasehat pada kita generasi penerus tentang keadilan GUSTI ALLAH itu. GUSTI ALLAH itu adalah hakim yang adil.

source : http://kawruh-kejawen.blogspot.com/2009/01/memahami-filosofi-leluhur-jawa.html

16 March 2010

Bantuan WC umum dari REKOMPAK & JRF


Selain bantuan pembangunan talud dan jalan oleh JRF, Dukuh Banjarejo tercinta kita nantinya juga akan mendapatkan bantuan wujud fasilitas umum berupa WC umum.

Aneh ya? karena bantuan ini gak bisa dinego wujud kongkritnya. Misalnya diganti uang saja atau wujud lain yang lebih manfaat bagi warga mungkin lebih tepat guna. Lha ini... kok malah WC umum.

Yah, lagi-lagi cuma bantuan sudah seharusnya kita mensyukurinya. Soal lokasi penempatannya kemungkinan akan diletakkan di rumahnya Pak Harto (RT 2). Tapi masih simpang siur juga ding, denger-denger salah satu anggota keluarga ada yang tidak setuju harus merelakan dan menghibahkan tanah 40 m2 untuk sebuah WC umum yang entah apa manfaatnya untuk warga Banjarejo.

Untuk lebih detailnya tentang program ini silahkan kunjungi website resmi mereka di :
http://www.rekompak.org/

Banjarejo dan JRF


Hari Senin (16/03) saya mengikuti rapat Bapak-bapak warga Blok Banjarejo membahas pembangunan yang akan dilakukan segera. Dimulai ba'da Isya' bertempat di rumah Lik Sarno Bengkayang. Setelah beberapa saat ikut nimbrung, ternyata ini merupakan program dari JRF. Sebelum membahas lebih jauh ke project apa yang akan Banjarejo laksanakan, sebelumnya saya ingin sedikit mengupas apa sih JRF itu?

Dari website resminya (http://www.javareconstructionfund.org) saya mendapatkan informasi tentang JRF. Sedikit akan saya coba rangkum.

About JRF
The Java Recontruction Fund is a multidonor reconstruction fund pledged by the European Commission, The Netherland, The United Kingdom, Canada, Finland and Denmark. It is governed by a steering committe and co-chaired by the goverment of Indonesia, the European Commission, and the World Bank as trustee.


klo diartikan (mungkin) seperti ini :

Tentang JRF
JRF (Pendanaan rekontruksi jawa) adalah program rekontruksi dengan kerjasama pendanaan oleh komisi Eropa, Belanda, Inggris, Kanada, Finlandia dan Denmark. Program ini diawasai dan diatur oleh pemerintah Indonesia, Komisi Eropa, dan Bank Dunia.

Kalo dilihat (detailnya silahkan anda bisa lihat diwebnya juga) program ini sangat baik dan positif untuk rekontruksi pasca gempa.
Di Banjarejo sendiri, sudah banyak pembangunan yang memakai/didanai oleh JRF. Nah, untuk kali ini project yang akan dilakukan adalah dengan membangun jalan (betonisasi)kulon Bengkayang.

Bukannya tidak mau bersyukur atau apa lah disebutnya... saya mencium aroma tidak sehat dalam project ini. Dari interview dengan warga detailnya adalah sbb:

1. Keikut campuran pemerintah sampai level bawah (Desa) disinyalir menjadi lahan/peluang untuk menyimpangkan dana
2. Tidak ada transparasi dana before dan after
3. Hasil akhir project yang kurang bagus (diasumsikan dengan dana tersebut warga bisa "menghasilkan kualitas" lebih)
4. Tim pengawas independent diragukan warga
5. Banyak warga yang tidak semangat menanggapi project ini, karena pengalaman project-project sebelumnya yang mengecewakan (katanya)

Apakah memang aturannya seperti itu, atau memang program ini "sudah terinfeksi" dan ditumpang-tumpangi oknum untuk keuntungan pribadi ?? Entahlah.... mungkin hanya "mereka-mereka" yang tahu... hehehe...

Mungkin bukan kapasitas saya dan warga Banjarejo untuk mengutik ini, toh kita cuma diberi bantuan khan? Bersyukur dan ikut mensukseskan sudah jadi kewajiban kita bersama.
Semangat Bapak-bapak Banjarejo untuk gotong royong mbangun desa !!

18 January 2010

Jembar Segarane


Saya adalah seorang Jawa yang sangat bangga dengan falsafah Jawa, namun begitu banyaknya falsafah Jawa tersebut, terkadang membuat saya tidak mengerti satu persatu artinya. Adalah seorang guru besar yang juga seorang penulis beliau juga begitu bangga dengan falsafah Jawa. Banyak tulisan Beliau yang senantisa menginpirasi saya untuk terus memahami dan mempelajari arti dari setiap falsafah Jawa, salah satunya adalah “JEMBAR SEGARANE” Jembar Segarane adalah satu falsafah manajemen Jawa , yang sering kali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Dan manakala kita memahami, juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari baik dalam lingkungan kerja maupun masyarakat alangkah baik dan indahnya.


Beberapa yang akan saya sampaikan adalah yang pertama : ”Jembar Segarane”.. Itu adalah kalimat dalam bahasa Jawa yang terjemahan langsungnya adalah “luaskan lautanmu” Ini falsafah Jawa untuk menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya adalah seperti sebuah pasir kecil ditengah samudera yang luas. Manusia bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan jagad raya ini. Sangat sombong buat seorang manusia bila dia merasa dirinya besar dan bisa berbuat sekehendak hatinya. Manusia adalah bagian dari alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan, yang apapun gerakannya tak akan lepas dari irama alam, yang dikendalikan oleh Tuhan Sang Pencipta.

Kalau dilihat dari sisi manajemen, ini mengisyaratkan bahwa kita adalah bagian dari suatu sistem manajemen, yang harus kita ikuti iramanya, sesuai dengan pola dan aturan yang telah ditetapkan dalam manajemen itu sendiri. Tidak pada tempatnya bila seseorang merasa bahwa sistem manajemen selalu bisa diatur. “Sistem yang harus mengikuti apa yang saya mau, bukan saya yang harus mengikuti sistem.” Paham yang keliru inilah yang membuat kondisi sosial ekonomi kita porak poranda karena semua sistem yang ada banyak ditinggalkan oleh orang-orang yang sebetulnya harus mentaatinya. Sistem memang ’‘hanya’’ buatan manusia, tetapi begitu ditetapkan, harus kita patuhi bersama.Hal kedua yang berkaitan dengan “Jembar Segarane” adalah kita harus memiliki kesabaran dalam menghadapi masalah. Kesabaran disini bukan berarti bergerak pelan-pelan, tetapi harus memiliki pemahaman yang kritis terhadap masalah yang dihadapi. Segalanya harus ditempatkan sebagaimana mestinya. Termasuk diri kita sendiri. Mengambil keputusan harus berdasarkan data yang akurat, atau setidak-tidaknya adalah alasan yang masuk akal, yang kita yakini kebenarannya.

Aspek ketiga tentang “Jembar Segarane” adalah kita harus memperluas cakrawala, memperluas wawasan kita, dan memperdalam pemahaman kita tentang diri kita maupun orang lain. Kita tidak cukup hanya memahami diri sendiri, walaupun itu juga tugas yang tidak mudah. Memahami diri sendiri berarti kita harus rela menempatkan diri kita sebagai bagian dari proses pembelajaran. Memahami orang lain tidak kalah pentingnya. Dalam dunia bisnis, barang siapa pandai memahami orang lain, merekalah yang akan berhasil menempatkan produknya. Dengan kata lain, mendapatkan pasar. Sangatlah lucu apabila kita menuntut kustomer untuk memahami kita. Kitalah yang harus memahami kustomer!

Selanjutnya, “jembar segarane” berarti kita harus siap menjadi sorang “pemaaf yang baik”. Seorang pemaaf yang baik bukanlah orang yang selalu mentolerir segala bentuk kesalahan, namun seorang yang bijak dalam memahami batas-batas kemampuan manusia. Manusia tidak ada yang lepas dari kesalahan, tetapi bukan berarti kesalahan adalah suatu hal yang selalu harus dimaklumi dan dimaafkan. Kesalahan harus dipandang sebagai pembelajaran, sehingga tidak terulang kembali dimasa datang.

Apa yang kita pelajari diatas, saya yakin banyak orang sudah sangat paham tentang hal-hal seperti itu. Namun apa salahnya kalau saya berbagi, dan saling mengingatkan, untuk suskes kita semua. Yang penting disini adalah mari kita tidak henti-hentinya memahami posisi kita didunia ini, termasuk ditempat kita bekerja. Selanjutnya kita tingkatkan kesabaran kita, dengan tetap teguh menjaga stamina kita untuk mendapatkan yang kita mau. Memahami diri sendiri dan orang lain adalah kunci sukses untuk bisa memenangkan persaingan, dan yang terakhir, kita harus memahami dengan baik bahwa hidup adalah belajar. Maka “sing Jembar Segarane!”

source: http://dinkes.cilacapkab.go.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=27

13 January 2010

Mr. X Yang Menggelikan (lebay, payah bangett...!!)

KMB Blog; Lucu dan aneh sekali apa yg Mr.X tulis di comment dan shoutmix Blog ini, entah misi dan ambisi apa yg ada dibenaknya. Yah, dari pada gak ada kerjaan kalee yah? Hehehe...

kali ini saya ngak akan mengomentari apa yg Mr.X tulis, coz menurut saya ngomentari orang lebay parah banget ntar takutnya malah jadi ikut-ikutan lebay... ampuuuun jangan sampai dech!

Lha berhubung saya lagi semangat buat nulis, saya mau share pengetahuan tentang dunia Blog ke semua (sebatas yg saya ketahui aja ya.. maklum masih newbie)



Mungkin bagi yg awam internet nulis-nulis comment kasar dengan inisial aneh, norak, ndeso, wah pokoe wagu dech.... mungkin merasa "PEDE" dikira tidak ada yang tahu...
Jadi ya mereka asal mbacott getho dech, contone kaya Mr. X yang lagi bersemangat mengancam (walah)
Padahal yaaaa... hehehehe, gak sulit kok bagi admin blog mengetahui siapa sech yang comment2 norak ini? Weh, kuq bisa? Piye jal? Wkwkwkwkwk...
Saya akan menjelaskannya.... (motto : semua ada solusinya) Hehehe, sipp ta?

Perlu diketahui bahwa blog ini adalah bikinan Mbah Google. Ciamiknya, si Google udah melengkapi suatu piranti tambahan untuk menganalisa Blog secara all-out. Namanya adalah Google Analitycs.
Apa itu Google Analitycs? Detailnya sampeyan cari sendiri ya, tapi singkatnya Google Analitycs akan memberikan laporan weekly pada admin tentang aktivitas apa saja yg ada di Blog. (lihat gambar bro...)

Walaupun laporan dikirim via e-mail tiap minggu, admin punya akses full-day 24 jam untuk masuk ke Google Analitycs tersebut.
Yups, betul saudara-saudara... tentang siapa saja yang berkunjung, berapa lama, pakai OS apa, IP address, lokasi akses, mau di warnet, pake HP kek, dLL lengkap poll ada di Google Analitycs.

Hehehe, malunya ditahan dulu ya Mr.X... masih ada lagi fitur blog ini yg bisa melacak jati diri sampeyan.

Adalah Shoutmix (pihak kedua diluar google), itu lho kolom chatt "SAMBUNG RASA"... emang praktiss sih, tinggal nulis nama trus comment yang aneh2... (hehehe Mr.X bangeetttsss)
Jangan dikira itu cuma pelengkap lho, privacy na ada juga. Dari shoutmix.com bisa diketahui juga IP address anda, heh? Terkejut, jantungan, semafutt... (walah)
Memang tidak selengkap Google Analitycs tapi bisa dijadikan referensi dan mecingin data IP address.

Udah tambah malu?? oh masih belum Om... masih ada satu lagi....

Liat dech di kanan kolom follower, kamu kira itu apa? pelengkap ta? hah, lebih dari itu boss. Namanya feedburner... bisa ngetahui siapa yg online juga.

Tapi semenjak kejadiaan yang lampau saya agak hati-hati kuq nge-share nama orang di Blog, apalagi tindakan yang menurut saya negatif.
Insyaallah pelajaran yang lalu bisa mengubah mindset saya selaku admin blog menjadi lebih kritis dan berkualitas.

Oke Mr.X, saya mah anaknya sholeh kuq (insyaallah...) tidak pendendam dan baik hati.
Saya akan salut dan berbangga jika anda komentar dengan inisial yg dikenal. Sekeras apapun anda bicara, kalau ada nama yang dikenal pasti omongannya itu berdasar. Dan saya akan menanggapi itu.

Lha yen sampeyan ki Mr.X gur bladuss thok... wah payah wiss... ra mutu !!

12 January 2010

Klarifikasi Emma

Assalammu'alaikum Wr. Wb,

Sebelumnya saya minta maaf karena ketelederon saya yang telah berani menerbitkan artikel tsb diatas, yang mengakibatkan Bp.Margono tersinggung dan merasa dicemarkan nama baiknya dan baru bisa mengklarifikasi masalah tsb sekarang.

Sejujurnya saya tidak sempat berfikir panjang saat mambuat artikel tsb karena 'kami'(muda-mudi) merasa tidak dihargai dan tidak dianggap saat acara tirakatan 17-an tsb.Terlebih lagi acara tsb menyangkutkan nama KMB yang sudah jelas tidak pernah ikut rapat atau di ajak berembuk ttg acara tsb.Sesungguhnya itu hak Bp.Margono membuat acara tsb tetapi bukan hak Bp.Margono menyangkutkan nama KMB dalam acara tsb.Itulah awal kekecewaan saya dan teman- teman saya.

Karena itu saya melampiaskan kekecewaan saya itu dengan menulis.Dan akhirnya menimbulkan problem seperti ini.Tetapi murni semua ini bukan niat saya untuk mencemarkan nama baik Bp.Margono.Toh,saya ini masih SMA apa untungnya buat saya untuk mencemarkan nama Anda.Karena itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Menanggapi Mas Anton, sejujurnya saya bukan orang yang melek hukum karena itu saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

Sudilah kiranya Bp.memaafkan keteledoran saya ini.Kemudian,berhubung masalah ini terjadi di dunia maya, saya memohon untuk tidak dibawa-bawa ke dunia nyata.Untuk itu saya ucapkan terima kasih.




Hormat Saya,


Emma M

09 January 2010

Permohonan Maaf

HISTORI BLOG

Blog ini adalah ide saya untuk membuat wadah dan sarana bagi warga untuk bersilaturohmi, update kondisi kampung Banjarejo, dll. Karena kebetulan saya suka internetan jadi sekalian saja membuat blog buat KMB.

Alasan saya memakai nama KMB karena pada saat saya membuatnya saya masih aktif di KMB (tahun 2007/2008). Dan isi/materi blog ini memang dibuat sebagai media informasi warga.
Penulisnya saya, Ema, dan Mas Didik (yg punya akun blog) dengan master kontrolnya ada pada Saya. Jadi sayalah yg bertanggung jawab pada semua isi blog ini, BUKAN Ema atau Mas Didik.
Blog ini adalah wujud kecintaan saya pada dukuh Banjarejo dan loyalitas saya pada organisasi karang taruna KMB.
Dan sampai saya tidak aktif pun nama KMB masih saya pakai sebagai nama blog ini dengan url: BANJAREJO.blogspot.com bukan endi.com atau semacamnya. Tidak lebih karena saya sangat mencintai tanah kelahiran saya.
Selaras dengan apa yg saya buat ada juga grup Facebook komunitas Banjarejo yang dibuat Mas Didik.

PROSES TIMBUL MASALAH


Dalam perkembangannya sampai muncul artikel yg ditulis oleh Ema (seperti yg sudah kita ketahui). Semula saya ragu apakah ini perasaan pribadi atau mayoritas KMB... Setelah saya melakukan kroscek ke temen-temen lainnya (jawi/yoyon/totok/narwan/yoga) ternyata apa yg Ema keluhkan benar adanya. (insyaallah bisa dipertanggung jawabkan)

Saat itu saya sedikit emosi, apalagi Jawi juga curhat ke saya kalau sempat diteror SMS dan berbagai isu yang menjelek2kan KMB. (untuk hal ini bisa dikonfirmasi ke Jawi/Yoyon/Totok, saya tidak membuat-buat)

Karena moment itu begitu derasnya, sehingga saya kelolosan untuk mengedit apa yang Ema tulis. Saya pun mengiyakan dan ikut men-support apa yg telah Ema tulis. Dan hal ini murni kesalahan saya.

MURNI KESALAHAN SAYA

Sungguh, apapun yg tertulis disini adalah sepenuhnya jadi tanggung jawab saya, BUKAN salah KMB, bukan salah Ema ataupun lainnya. KESALAHAN SAYA adalah mempublikasikan apa yg seharusnya hanya menjadi konsumsi internal ke khalayak luas. SAYA MENGAKU KHILAF.

Saya tidak bermaksud menumpangi KMB, saya tidak ada niatan membawa-bawa nama KMB dalam hal ini. Saya tidak sok yang punya KMB, saya juga bukan yang nyekel KMB... Saya hanya pemuda yg sangat mencintai KMB dan menghargai organisasi yg sudah turun temurun ini.
Saya akan merasa sakit hati jika ada orang yg berusaha mengganggu KMB, walaupun saat ini saya tidak lagi aktif di organisasi ini... itulah perasaan saya dengan organisasi ini.

TIDAK SEHARUSNYA SAYA MEMBAWA NAMA KMB KE MASALAH INI,

Saya (Endi Rafid) memohon maaf pada rekan-rekan anggota dan sesepuh KMB, jika tutur kata, tindakan, perilaku dan semua sikap saya selama ini telah merugikan KMB.

Saya (Endi Rafid) memohon maaf pada Pak Margono, warga RT.03, dan segenap warga Banjarejo jika artikel yg tertulis di Blog ini menimbulkan fitnah dan merusak keharmonisan warga.

Saya (endi Rafid ) siap menanggung resiko dan siap bertanggung jawab penuh jika warga yang merasa dirugikan ingin melanjutkan permasalahan ini lebih lanjut.

Semoga permohonan maaf saya dapat diterima oleh semua pihak dengan kelapangan hati.

Saya menyadari bahwa segala sesuatu yang menurut saya benar belum tentu baik dan benar di mata orang lain.
Kritik, saran dan teguran dari Pembaca yg budiman adalah cahaya yg akan membimbing dan meluruskan agar Blog ini menjadi lebih amanah barokah.

Dan semoga berkah hidayah Tuhan selalu bersama kita. Amin

Salam,
Endirafid

Klarifikasi Admin Blog

Assalammu'alaikum Wr. Wb.,

Saya selaku admin Blog "Banjarejo.Blogspot.COM" akan memberi klarifikasi mengenai apa yg terposting dan berakibat negatif. Sebenarnya permasalahan ini sudah lama saya tutup. Alasannya,

1. Saya sudah ditelepon Pak Margono (tanggalnya saya lupa) dan kita sudah saling berdiskusi.
Saat itu saya jelaskan secara gamblang tentang apa yang Ema tulis dan terbitkan di Blog ini, tidak lebih hanya rasa kekecewaan yg berlebihan. (maklum anak muda)
Setelah beberapa lama kami curhat, disimpulknan kesalahpahaman dan miss-komunikasi terjadi antara KMB dan Timnya Pak Margono. Dan hanya itu penyebab utamanya. Kita sepakat akan hal itu.

Saya Endi Rafid secara pribadi dengan setulus-tulusnya telah mengucapkan permohonan maaf pada Beliau karena telah memplubikasikan artikel yg menyudutkan beliau.

Setelah klarifikasi via telepon itu masalah ini saya anggap sudah selesai. Kenapa?


Karena pas malam kumpulan 15-an kemarin saya datang ke rumah Pak Margono dan bertemu dengan Beliau dan putranya Eri langsung. Akan tetapi mereka tidak menyinggung masalah ini sama sekali. Padahal jika masih belum plong mestinya kan mereka ngobrol dengan saya.
Asumsi saya, o berarti masalah ini sudah selesai. Alhamdulillah kalau begitu.

2. Hari Kamis, 7 Januari 2010 Eri meng-email saya (seperti yg sy postingkan) dengan klarifikasi seperti itu.
Dan saya sangat apresisif dengan masukan yg Eri kirim. Saya yakin tulisannya akan memberikan kita wawasan yg lebih luas. Yang menurut saya ada 2 sudut pandang yg berbeda untuk menyikapi hal ini.
- versi KMB
- versi Panitia RT.03

Itu alasannya kenapa saya langsung menerbitkan e-mail versi Panitia RT.03. Dan tujuan saya menerbitkan ini hanya untuk menjadi pem-balance dari artikel versi KMB.
Bukan untuk memancing permasalahan dan memperkeruh hubungan.


Kesimpulan saya :

1. Saya memohon maaf jika telah teledor dan lalai selama mengelola Blog ini sehingga berakibat merugikan pihak tertentu.

"Saya Endi Rafid secara pribadi dengan setulus-tulusnya telah mengucapkan permohonan maaf pada Beliau karena telah memplubikasikan artikel yg menyudutkan beliau"

Dan saya siap menanggung resiko apapun yang akan diberikan pada saya.

2. Saya akan menghapus artikel asli dari Blog dan mesin pencari lainnya (google/yahoo) sehingga tidak akan ada lagi pihak yg dirugikan.

3. Saya tutup permasalahan ini dengan damai.
Karena kita sama, kita berasal dari keluarga yang sama, kita semua bersaudara... kita warga Banjarejo.

4. Jika ada yg kurang berkenan dengan apa yang saya buat di Blog ini bisa komplain ke saya.
Nama, telepon, e-mail saya jelas tertulis di bawah blog ini. Saya terbuka menerima masukan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

Dengan hal ini saya rasa permasalahan ini sudah jelas apa adanya dan tidak perlu diperpanjang lagi.

Wassalam.

Endirafid

08 January 2010

Eri Kusuma : Sebuah masukan tentang artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!”


KMB Blog; berikut E-mail dari Eri (tanpa editing, langsung tak forward !!)
Catatan awal:
Melalui tulisan ini, saya tidak ingin membela kelompok tertentu, namun lebih karena alasan berikut:
1. saya ingin memberikan informasi yang mungkin belum diperoleh penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” ketika mempublikasikan artikel tersebut..
2. saya tidak menginginkan lebih banyak “informasi yang tidak sempurna” tersebar di internet pada masa yang akan datang (Asumsinya : setiap tulisan yang dimuat di internet mudah diketahui semua orang—tidak hanya oleh anggota blog penulis— sehingga perlu dipertimbangkan beberapa pertanyaan berikut, yaitu a) apakah tulisan tersebut sudah menggambarkan fakta yang sebenarnya atau hasil penggalian informasi dari berbagai sumber yang terkait dengan objek/hal yang diamati alias bukan hanya sesuatu yang diyakini oleh penulis sebagai fakta? b) apakah tulisan tersebut sudah menggunakan bahasa yang pantas untuk dibaca oleh khalayak umum?).


Artikel:

Warga Baru Bikin Sensasi!

Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Enam puluh empat tahun sudah Indonesia merdeka! Umur yang sudah tidak muda lagi untuk sebuah negara, untuk sebuah kemerdekaan yang telah tercapai dengan penuh perjuangan baik harta, benda, bahkan nyawa sekaligus. Untuk itulah kita sebagai tunas- tunas bangsa wajib mengenang jasa- jasa para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan hal- hal positif.
....................

(naskah asli saya potong)



Isi Tanggapan

1. Mengapa ada acara pentas seni?

Saya lebih suka menggunakan istilah “pentas seni” yang digunakan oleh Mbak Emma dengan istilah “hiburan pengisi acara” karena penampilan band akustik dan penampilan teater anak-anak memang bukan pentas seni tapi memiliki tujuan murni untuk mengisi acara. Latar belakang adanya “hiburan pengisi acara” ini berawal dari hasil omong-omongan tentang acara 17an di Banjarejo antara beberapa warga RT-03 Banjarejo (antara lain Om Dono, Om Hartono, Saya-Eri, Om Edi dan Parjo) beberapa hari sebelum malam 17an. Dari omong-omongan itu, diperoleh suatu pertanyaan yang cukup menggelitik pikiran kami. Begini pertanyaannya, “Wah apa gak sepi kalau acara 17an-nya cuma tirakatan biasa, padahal tahun sebelum-sebelumnya ada lebih banyak acara. Gimana kalau nampilin band saja? Kan ada pemuda-pemuda yang suka nongkrong dan keliatannya punya potensi buat main musik (Bondan dan kawan-kawan)? Atau nampilin acara apa gitu, nanti yang main biar anak-anak kecil gitu?” Dan selanjutnya, muncullah rencana untuk memasukkan penampilan band akustik dan drama anak-anak ke dalam acara itu. Dan ternyata, dengan tidak terlalu sulit dan proses yang panjang, rencana ini diterima oleh penyelenggara acara malam 17an (yang menurut keputusan rapat blok adalah RT-03). Sebagai tambahan, kalau dari penampil band akustik ada orang asing tidak dikenal (anak yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan KMB, baca: saya dan teman saya yang bermain biola), hal itu terjadi karena orang asing tersebut dipercaya oleh penyelenggara acara akan mampu menyuguhkan nuansa baru pada malam 17 Agustusan 2009 di Banjarejo dan orang-orang asing itu pun juga ingin mencari pengalaman baru untuk tampil bersama (dan di tengah-tengah) masyarakat pedesaan Banjarejo. Dengan kata lain, orang-orang asing itu tidak sedikit pun berniat untuk menggerogoti eksistensi cah Njarjo.

2. Mengapa ada panggung? Mengapa ada tulisan KMB di panggung?

Untuk urusan ada atau tidaknya panggung ini, saya tidak banyak tahu (karena jujur saja saya gak ikut bangun panggung). Tapi, pada H-1 sebelum malam 17an, seingat saya, Om Edi akan berusaha menyediakan panggung untuk malam 17an terutama untuk memfasilitasi acara pada malam itu. Kemungkinan, Om Edi mengajak sejumlah warga RT-03 di sekitar tempat penyelenggaraan malam 17an untuk membangun panggung untuk acara malam 17an dan kemudian sejumlah warga itu setuju dan selanjutnya dibangunlah sebuah panggung pada tanggal 16 Agustus pagi.

Untuk urusan adanya tulisan KMB di panggung, saya juga tidak tahu kenapa tulisan itu ada (Saya juga baru tahu kalau ada tulisan KMB di panggung 17an setelah memutar video rekaman acara tersebut baru-baru ini). Akan tetapi, karena penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” tampak mempermasalahkan tulisan KMB di panggung tersebut, saya berusaha mencari informasi. Untuk memperoleh informasi, saya ngobrol-ngobrol tentang hal ini dengan sejumlah warga RT-03. Dari warga RT-03, saya Cuma punya informasi mengenai siapa saja yang ikut membangun panggung. Sayangnya, saya belum punya kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan teman-teman yang membangun panggung (yang kemungkinan tahu motivasi pemasangan tulisan KMB). Meskipun demikian, setelah berdiskusi dengan sejumlah warga RT-03 tersebut, muncullah suatu kesimpulan, yaitu: “Siapapun yang memasang tulisan KMB di panggung, tidak mungkin bermaksud menghina/menyindir (bahasa Jawanya: ngenyek) KMB.” Hal ini didasari logika bahwa KMB tidak pernah berbuat salah atau berkonflik dengan “yang tampaknya menjadi tertuduh dalam artikel tersebut” atau warga RT-03 selaku penyelenggara acara malam 17an, lalu kenapa harus menghina/menyindir KMB? Terkait dengan belum jelasnya masalah ini (siapa yang memasang dan motivasi pemasangan tulisan), akan lebih nyaman bagi banyak pihak, apabila penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” tidak langsung mengkaitkan motivasi pemasangan tulisan KMB di panggung tersebut dengan hal negatif? Mungkin saja motivasi pemasangannya bermaksud positif? Dan, akan lebih bijak, apabila penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” tidak mengambil kesimpulan atau menuduh sembarangan kalau penulis belum tahu pasti siapa dan motivasi pemasangan tulisan itu. Sebaliknya, mari semua pihak bersama-sama berbesar hati untuk melihat permasalahan ini dengan “kepala dingin,” “pandangan luas” dan “mau saling mengerti.”

3. Mengapa tidak menginformasikan ke KMB tentang rencana adanya hiburan pengisi acara dan pembangunan panggung?

Untuk rencana adanya hiburan pengisi acara (band akustik dan drama anak-anak) yang tidak diinformasikan oleh pengusul/warga yang mempromotori adanya hiburan pengisi acara kepada KMB, hal ini terjadi karena beberapa alasan. Pertama, rencana tersebut bersifat insidental (baru muncul ketika mendekati hari H malam 17 Agustusan). Kedua, pada rapat blok, sudah ada keputusan dari blok bahwa penyelenggaraan acara malam 17an diserahkan pada RT-03. Perlu diketahui, rencana adanya hiburan pengisi acara tersebut sudah disepakati (di-ACC) oleh penyelenggara acara (RT-03). Oleh karena itu, pengusul dan warga yang mempromotori adanya hiburan pengisi acara malam 17an (bahkan tidak hanya dari RT-03) beranggapan bahwa tidak perlu ada persetujuan yang lebih jauh lagi dari blok (ataupun KMB). Hal ini karena rencana adanya hiburan pengisi acara malam 17an sudah mendapat ijin dari penyelenggara acara malam 17an yang notabene sudah mendapat kewenangan dari blok untuk meng-handle acara 17an (Saya pikir kalau ditinjau dari sisi prosedural, hal ini sudah tepat). Ketiga, pengusul adanya hiburan pengisi dan warga yang mempromotori persiapan hiburan pengisi acara malam 17an berpikir bahwa tujuan hiburan pengisi acara itu baik, yaitu untuk memeriahkan acara dan menjadi ajang bagi sejumlah anak-anak Njarjo untuk tampil di depan umum. Oleh karena itu, pengusul dan warga yang mempromotori adanya hiburan pengisi acara malam 17an merasa yakin bahwa hiburan pengisi acara ini akan diterima oleh seluruh masyarakat Banjarejo (termasuk KMB) sehingga tidak memerlukan ijin lagi dari masyarakat Banjarejo (termasuk KMB).

Untuk pembangunan panggung, berdasarkan informasi dari sejumlah warga (tidak hanya warga RT 03), sejumlah warga tersebut sudah mengajak dan menelepon sejumlah cah Njarjo yang “nyekel” KMB untuk ikut membangun panggung (yang memang sifatnya insidental itu). Akan tetapi, ternyata pada saat pembangunan panggung, tidak banyak anggota KMB yang datang. Jadi, sebenarnya, sudah ada usaha untuk memberikan informasi mengenai rencana pembangunan panggung kepada KMB.


Catatan Akhir:

1. Renungan bersama:

Menulis adalah hak semua orang. Meskipun demikian, akan lebih baik jika menulis dengan memperhatikan hak-hak orang lain! Apalagi, jika seorang penulis sedang menulis di media publikasi umum dan bukan menulis pada sebuah diary pribadi.

“Bagaikan laut, banyak benda dan makhluk di dalam laut yang tidak bisa kita lihat hanya dengan memandang permukaan laut dengan mata kita.” Begiu pula, fenomena atau fakta itu tidak seperti yang terlihat pada pandangan pertama, seringkali ada berbagai hal yang tidak tampak pada pandangan pertama.

2. Saya berharap penulis artikel “Warga Baru Bikin Sensasi!” mau menanggapi tulisan saya ini secara terbuka dan positif. Kalaupun ada tanggapan atau kritik dari tulisan saya ini, saya sangat berterima kasih karena pasti akan menjadi sumber pelajaran bagi saya.

3. Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai akhir.


Eri Kusuma (Yogyakarta, 3 Januari 2010)

E-mail konfirmasi dari Putra Pak Margono


KMB Blog, Hari Kamis kemarin 7 Januari 2009 saya agak sedikit kaget sewaktu membuka komputer di kantor ada sebuah e-mail dari eri kusuma [mailto:st_eriks@yahoo.com], beberapa detik berpikir siapa nech, baru nyantol setelah saya baca. Eh, baru inget kalau ini Eri putrane Pak Margono. (sorry pren)
O ternyata email konfirmasi postingan "Warga Baru Bikin Sensasi" yang ditulis Ema. Wah kok baru dibahas sekarang ya?? Jangan tanya saya, soale emang baru kemarin saya terima e-mail na.

Tanpa tak edit, jd langsung tak forward, e-mailnya adalah sebagai berikut :


From: eri kusuma [mailto:st_eriks@yahoo.com]
Sent: 07 Januari 2010 11:25
To: endirafid@yahoo.com; Nusantara,Endi Rafid,KEJAYAN,Operation Warehouse
Subject: Fw: nitip tulisan

Rafid, ini eri. Mbok aku nunut tulisan. Tulisanku ngomentarin tulisannya Emma. Kalau bisa dimuat di blog-nya cah njarjo itu. Kalu gak lolos seleksi untuk ditampilkan di blog, ya setidaknya dikirim ke Emma aja! Aku sebenarnya dah denger isu yang dibahas di tulisan Emma sejak dulu tapi tak pikir gak terlalu serius soalnya kupikir salah paham. Tapi setelah aku tahu salah paham itu sampai masuk ke internet dan ditulis oleh Emma dengan terlalu subjektif dan emosional (aku baca tulisan Ema di blog cah Njarjo Desember lalu), aku jadi merasa perlu untuk ngomentari berdasar pengetahuanku tentang isu tersebut dan baru sempat ngirim sekarang! Terima kasih banget ya! Eri.


Ini tulisanku (siapa tahu attachmentnya bermasalah):

.....

(isi attchmentnya akan saya tampilkan di postingan selanjutnya)

28 December 2009

Kali Dengkeng meluap


Pas saya mudik liburan Natal, 2 hari Cawas diguyur hujan. Ternyata hujan yang cuma 2 hari ini sudah cukup membuat kali Dengkeng meluap. Wah apa gak memprihatinkan tuh kalau hujan terus mengguyur...
Bisa-bisa daerah di sekitar sungai kebanjiran... wah kenapa ya?



27 December 2009

Obrolan dengan Om Edy Sumaento


Kebetulan pas mudik Natal kemarin, saya berkesempatan berdikusi dengan Om Edy, mantan pemuda Banjarejo yang sampai sekarang juga masih eksis, support dengan KMB dan aktif juga di lembaga kemasyarakatan (Blok Banjarejo).

Sore Om, sapa saya waktu itu di depan Masjid Bengkayang yang saat itu lagi gerimis rintik-rintik. Setelah berbasa-basi ngalor ngidul saya mulai membuka ke topik yg lebih serius (walah...).

Pembicaraan saya awali dari KMB yang akhir-akhir ini mengalami masa hibernasi (diem, kayak'e emang uda mati coz gak ada kegiatan).


Setelah saya berbusa curhat tentang organisasi yang kubanggakan ini, dengan gaya santai Om Edy memberikan analisanya :

"Emang udah dari dulu fid kalo KMB itu pasang surut.... kadang hidup setahun/dua taun trus mati gak keurus, hal itu sudah biasa..."

trus?? (tanyaku makin semangat)

"ya gitu dech, muda mudi Banjarejo itu tergantung ketuanya..."

heh, mangsute opo'o om?? (aq rodo penasaran ki)

"wis ket mbiyen yen sing paling penting dan mempunyai peran untuk menghidupkan organisasi itu adalah ketuanya. Kalau ketuanya ambisius dan mau berkorban untuk muda mudi mesti isoh ngerakke bocah-bocah... Dan hal ini sudah dari dulu ya begitu... Ketuane sing penting iku!"

"Lha ketua sing saiki opo'o Om?" tanyaku

"sebenare gak masalah ketuane sekarang, hubungan ketua (sing mewakili KMB) dengan masyarakat masih terjalin bagus dan saling mendukung, hanya saja menurutku malah dari sisi internal KMB itu sendiri yang harus ada penyegaran. Soale ada perbedaan usia, bahasa, pemikiran dengan anggotane, sehingga kegiatan-kegiatan yang harusnya bisa diadakan itu tidak ada"
Sambungnya "saranku mendingan ada penyegaran di sisi internal KMB dengan melakukan pemiliahan pengurus yang baru, sing sak umuran dadine isoh menimbulkan kreativitas muda mudi iku"

"wah masukan yang seger ki Om, ntar coba tak sampaikan ke temen-temen KMB, moga aja mereka bersemangat dengan usulan ini" jawabku seketika.

Obrolan yang makin menarik ini merembet juga ke urusan Blok Banjarejo. Om Edy mengkritisi mentalitas warga yang saat ini "kurang" dalam hal iuran wajib untuk pendanaan pembangunan.

"Lho masalahe opo'o Om?" tanya Q

"ya sekarang ini warga Banjarejo wis males-malesan kalau dimintai iuran buat pembangunan" jawab Om Edy

"Sebabe opo Om?" sahutku

"Saiki mentalitas warga wis gur njagakke (mengharapkan) bantuan soko pilihan, bentar lagi khan mau ada pilihan Bupati ta?"

Hmmm, ini yang membuat semangate untuk gotong-royong dalam hal pendanaan (swadaya) berkurang. Memang sih sekarang ini para Calon-calon yang mau dipilih berlomba-lomba ngiming-imingi duit untuk pembangunan agar kelak dipilih dan menang dalam Pemilu. Tak hayal warga Banjarejo jadi males-malesan untuk iuran pembagunan.

"tapi yo piye maneh butuhe urip saiki ki yo akeh banget..." simpulnya

"ho'o Om..." sahutku

"Tapi klo bisa tahun 2010 besok itu KMB ngadain acara 17-an sing gedhe sisan. Wayangan misale" Om Edy usul ki

"Lha duite sopo Om?" tanyaku

Om Edy memberikan alternatif "ya dimulai dari sekarang, kamu ntar nyebar informasi kalau KMB mau wayangan di dunia maya... trus cari donatur dari warga-warga yang sudah sukses di perantauan"

Jawab Q "yen gur nge-share ae gampang Om, tapi yen isoh nekakke dana sampai isoh ngo wayangan aq rodo pesimis je Om..hehehe"

Tak terasa waktu udah mau maghrib... obrolan kami pun kami sudahi.
Hujan yang tak kunjung henti ini memberikan nuansa damai, seger khas pedesaan.
Makmurlah Banjarejo.

22 December 2009

Hari Ibu, 22 Desember


"Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
"

Coba bayangkan ketika kita dalam kandungan Ibu telah bersusah payah menjaga kondisi kita agar kelak dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Memang secara normal sembilan bulan sepuluh hari, namun ada juga yang lebih cepat atau lebih lambat. Waktu mengandung tersebut tidaklah sedikit tetapi karena kesabaran seorang Ibu, semuanya dapat dilalui dengan baik. Ketika kita dilahirkan bukan berarti peran Ibu telah selesai sampai disitu saja, justru sebaliknya peran penting Ibu semakin besar dan berat. Tak hanya menyusui, merawat tetapi juga mendidik, agar kelak menjadi generasi yang memiliki kecerdasan, kesuksesan dan kesholehan.


Ibu punya peran sangat strategis dalam menghantar putra-putrinya agar mencapai kematangan pemahaman mana yang baik dan buruk. Secara umum peran dan tanggungjawab Ibu dalam keluarga rumah tangganya adalah; Pertama, pendamping suami secara lahir dan batin, termasuk didalamnya pemenuhan kebutuhan bersama dari sisi seksual dan mental. Kedua, mitra komunikasi dari suaminya, anggota-anggota keluarga serta para tetangga/lingkungannya. Ketiga, Pelaksana teknis dalam penataan dan pelaksanaan kehidupan sehari-hari keluarga, pembimbing/pendidik bagi anak-anaknya.

Keempat, pengontrol dan mengawasi kegiatan teknis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pendidikan dan pergaulan anak-anaknya baik di dalam dan di luar rumah tangganya. Kelima, mengikuti berbagai kegiatan sosial dan keagamaan dalam komunitasnya sepanjang tidak mengganggu tugas pokoknya. Keenam, membantu suaminya menambah pendapatan keluarga jika memang diperlukan, sekurang-kurangnya dapat mengelola dan menjaga hasil pendapatan dari suami secara efektif dan efisien dan lainnya.

Tugas Berat Seorang Ibu

Betapa banyak dan beratnya tugas seorang Ibu, selain peran tersebut pasti masih ada peran lain yang dilakukan seorang Ibu. Kesuksesan rumah tangga dan anak tak akan pernah luput dari jeri payah seorang Ibu. Oleh karena itu tak ada salahnya bagi calon Ibu menyiapkan diri melalui belajar maupun baca buku sehingga nanti menjadi panutan, pijakan, tauladan dan pembimbing bagi generasinya. Banyak pakar menyepakati bahwa Ibu merupakan ruh dan sekaligus magnit yang mampu mewarnai generasi yang akan datang.

Sering diungkapkan bahwa seorang Ibu merupakan guru pertama bagi anak terutama pada usia tujuh tahun. Karena pada usia tujuh tahun perkembangan otak sudah hampir mencapai kesempurnaan. Rahasia inilah yang harus menghantarkan para Ibu memanfaatkan peran penting saat anak usia tujuh tahun. Pada usia itulah pendidikan agama mulai ditanamkan ke putra-putri kita dengan baik dan benar. Peran Ibu yang terpenting adalah mendampingi kehidupan anak sehingga anak menuju ke konsep pokok pembelajaran untuk anak-anak di usia dini tersebut. Memang ketika bayi pun seorang Ibu telah memainkan perannya sebagai pendidik anaknya melalui bahasa Ibu.

Tak sedikit pula seorang Ibu menyamakan antara kasih sayang dengan memanjakan. Karena itu tidaklah baik atas nama kasih sayang pada anak tetapi hasilnya adalah memanjakan si anak. Harus ada batasan dan sekaligus ketegasan bahwa kasih sayang itu bukan untuk memanjakannya. Kelemahan dari sebagian kaum Ibu saat ini adalah kehidupan hedonisme. Beberapa Ibu sudah tidak lagi mempedulikan akibat yang akan ditimbulkan oleh anak-anak dengan prilaku hedonisme para Ibu.

Mencari kesenangan dengan menghambur-hamburkan uang untuk yang tidak bermanfaat. Seiring perkembangan zaman yang serba krisis ini, meningkatnya kebutuhan sehari-hari, biaya hidup yang cukup tinggi, PHK massal terjadi dimana-mana dan lainnya. Acapkali mendorong seorang Ibu mencari pekerjaan untuk membantu menopang kebutuhan keluarga.

Apalagi kesetaraan gender kini tidak lagi menjadi rintangan. Lihat saja keterwakilan perempuan dalam partai politik mencapai 30 persen, makanya banyak Ibu atau kaum wanita yang mencalonkan diri sebagai Caleg, Bupati maupun Gubernur. Tak hanya itu di perusahaan bahkan pemerintahan pun karir perempuan mulai mendapat perhatian. Keberadaan ini merupakan kabar baik sekaligus tantangan dalam rumah tangga.

Kasih Sayang Ibu

Jikalau seorang Ibu terjun dalam dunia karir dan politik, sudah pasti tak akan fokus 100 persen dalam rumah tangga. Sebab mereka harus membagi waktu antara karir dan rumah tangga sehingga tak jarang peran seorang Ibu digantikan oleh baby sister atau pembantu. Padahal peran seorang Ibu kandung lebih diharapkan oleh setiap anaknya. Buat apa seorang anak diberikan banyak kemewahan seperti uang, mobil dan lainnya sementara kasih sayang Ibu hanya sedikit yang diperoleh.

Coba lihat sebagian mereka yang berlimpah ruah harta banyak terjerumus ke pergaulan bebas, narkoba, atau lainnya. Kasih sayang Ibu sejati bukanlah dari banyaknya harta, uang maupun kemewahan yang diberikan kepada anaknya. Justru doa, rawatan, didikan, perhatian maupun bimbingan dari Ibu sehingga menghantarkan seorang anak menjadi anak yang sukses, beriman dan takwa, inilah kasih sayang yang sesungguhnya didambakan oleh seorang anak.

Harus disadari banyak juga seorang Ibu yang sukses dalam karir dan rumah tangganya. Seorang Ibu rumah tangga haruslah dapat memfungsikan dirinyalaksana perhiasan yang melekat pada diri pemakainya. Istri haruslah menjadi penyejuk, penyedap, memberi pesona dan memberi semangat hidup bagi suami dan anak-anaknya. Seorang Ibu yang baik akan membesarkan anaknya dengan penuh kesabaran dan kegairahan hidup.

Dalam Islam ketika Nabi Muhammad ditanya tentang siapa yang paling patut dihormati dan diperlakukan sebaik-baiknya, Nabi menjawab, "Ibumu." Jawaban ini diulang sampai tiga kali, sebelum Nabi menyebut, "Bapakmu." Anak itu amanah Allah. Bahkan surga itu ditelapak kaki Ibu. Maka janganlah durhaka atau melawan pada kedua orangtua mu selama yang diperintahkannya adalah kebaikan. Doa seorang Ibu sangat mujarab, jadi jangan sampai kita membuat kesalahan padanya yang akhirnya dengan rasa kesal dan terpaksa Ibu mendoakan yang buruk.

Hindari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terutama terhadap kaum Ibu yang sekarang lagi marak-maraknya, berdasarkan data "Komnas Perempuan Pelaporan Kasus KDRT Pasca Undang-Undang PKDRT terjadi peningkatan yaitu; Kekerasan Terhadap Istri (KTI) tahun 2004-2007 berjumlah 25.788 kasus dan kekerasan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) tahun 2004-2007 berjumlah 467 kasus" Ini yang terdata masih banyak yang tak terdata atau tidak dilaporkan. Tak seharusnya kekerasan ini terjadi apalagi terhadap kaum Ibu. Dengan adanya UU PKDRT setidaknya dapat mengurangi dan mencegah tindakan kekerasan terhadap kaum Ibu.

Bagaimana pun peran Ibu dalam segala hal sangatlah penting dan sulit tergantikan. Di hari Ibu ini mari kita tetap menghormati, menyayangi, mendoakan, menghargainya serta membahagiakannya. Kasih anak sepanjang jalan, kasih Ibu sepanjang hayat. Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang Ibu yang telah diberikan pada kita. Selamat hari Ibu semoga sehat dan bahagia selalu.

Source : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=38297:refleksi-hari-ibu-22-desember-pentingnya-peran-seorang-ibu-&catid=78:umum&Itemid=139